Jawa Timur Bagian Timur Kini Miliki SNI Corner

Jember, 18 Oktober 2016

SNICorner1

Masyarakat Jawa Timur, khususnya di bagian timur kini makin mudah mendapatkan informasi mengenai Standar Nasional Indonesia (SNI), pasalnya Universitas Jember bekerjasama dengan Badan Standarisasi Nasional (BSN) mendirikan Standar Nasional Indonesia Corner atau Pojok SNI di kampus Tegalboto, tepatnya di Perpustakaan Universitas Jember. Peresmian Pojok SNI ini dilakukan oleh Eminingsih, Deputi Bidang Informasi dan Pemasyarakatan Standarisasi BSN bersama  Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember, didampingi Abdurrachman Saleh, Kepala Pusat Informasi dan Dokumentasi Standarisasi BSN (18/10).

Menurut Eminingsih, Pojok SNI yang diresmikan di Universitas Jember menambah jumlah Pojok SNI di Indonesia menjadi 15 buah setelah sebelumnya dibuka di Medan, Riau, Palembang, Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, Samarinda, dan Makassar. Khusus di Jember, selain membangun Pojok SNI di kampus Tegalboto, BSN memiliki kerjasama dengan UPT Lembaga Tembakau – Balai Pengujian Sertifikasi Mutu Barang. Pojok SNI berfungsi menjadi tempat sosialisasi dan sumber informasi bagi warga kampus Tegalboto dan masyarakat Jawa Timur bagian timur terkait segala sesuatu mengenai SNI, dari ukuran baut hingga standarisasi produk makanan. “Pembukaan SNI Corner menjadi salah satu amanah dari Undang-Undang nomor 20 tahun 2014 mengenai standarisasi dan penilaian kesesuaian produk, dimana setiap produk yang dipasarkan di Indonesia wajib mematuhi SNI,” jelas Eminingsih.

Eminingsih lantas menambahkan, di era persaingan bebas maka standarisasi menjadi kunci berkompetisi dengan produk lain, tanpa standar yang ketat maka produk Indonesia sulit masuk ke pasar negara lain. “Saat ini Indonesia telah meratifikasi berbagai perjanjian dagang yang mensyaratkan standar tertentu bagi setiap produk, maka adanya standarisasi produk menjadi hal yang wajib jika kita ingin bersaing dengan negara lain, selain tentunya untuk melindungi konsumen,” ujarnya.

Selain itu pembukaan Pojok SNI di Universitas Jember diharapkan mampu mendorong kontribusi para pakar di Universitas Jember diberbagai keahlian dibidang SNI. Dirinya lantas mencontohkan saat ini produk tempe yang dikenal sebagai makanan khas Indonesia ternyata juga diproduksi negara lain. Perkembangan ini menuntut adanya standar pembuatan tempe yang bisa diterima oleh masyarakat dunia. “Nah dalam teknis penentuan standar pembuatan dan produksi tempe tadi kita butuh pendapat dari para pakar, khususnya dari perguruan tinggi,” urai Eminingsih. Untuk itu, selain kerjasama pendirian Pojok SNI, BSN menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Jember.

Tawaran BSN disambut hangat oleh Rektor Universitas Jember, Moh. Hasan. Dalam pidatonya, pria yang juga dosen matematika ini mengapresiasi pendirian Pojok SNI di kampus Tegalboto, pasalnya Universitas Jember gencar mendorong sivitas akademikanya agar mampu mengaplikasikan hasil penelitian menjadi produk yang nyata. “Universitas Jember banyak memiliki produk penelitian yang juga perlu mengikuti aturan SNI, agar bisa diterima oleh pasar. Jadi dengan adanya Pojok SNI ini diharapkan segenap sivitas akademika bisa memanfaatkan keberadaannya dengan baik,” katanya.

SNI Corner di Universitas Jember melayani konsultasi mengenai SNI, prosedur pengajuan sertifikasi, dan aplikasi SNI. Diharapkan dengan adanya Pojok SNI, maka masyarakat khususnya pelaku usaha di Jawa Timur bagian timur makin mudah mendapatkan informasi mengenai SNI, termasuk penerapannya. (iim).

Leave us a Comment