Impian Terwujud Melalui Beasiswa Bidikmisi

DSC_8300

Jember, 10 Mei 2017

Wajah sumringah nampah jelas diwajah Ajeng Purwa Ningtias saat melakukan verifikasi final di gedung Soetardjo Universitas Jember, (10/5). Ajeng yang didampingi oleh Kasno bapaknya tidak mampu membendung air matanya saat memastikan dirinya lolos SNMPTN 2017 dengan program beasiswa Bidikmisi. Tidak pernah terbayang sebelumnya di benak Kasno dirinya bisa mengantarkan putri tercintanya untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Jember.

“Alhamdulillah saya sangat senang sekali bisa kuliah di Universitas Jember di FKIP Biologi. Sejak dari awal saya memang ingin kuliah di Universitas Jember di jurusan Pendidikan Biologi. Beradasarkan informasi dari internet akreditasi FKIP Biologi ternyata A makanya waktu mendaftar SNMPTN pilihan saya semakin mantap,” ujar Ajeng  calon mahasiswa asal Trenggalek ini.

Walau berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, Ajeng mengaku tidak pernah putus asa untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Berbekal kerja keras dalam belajar dan doa Ajeng pun lolos melalui SNPTN 2017 dan terdaftar sebagai calon penerima beasiswa Bidikmisi.

“Alhamdulillah pihak sekolah mendaftarkan saya sebagai penerima bidikmisi. Saya sangat senang karena tidak dipungut biaya satu rupiahpun saat melakukan registrasi. Alhamdulillah selain kuliah gratis kata petugas registrasi saya juga mendapatkan uang saku dari pemerintah setiap bulan,” ujar Ajeng sembari menyeka air matanya.

Sementara itu Kusno ayah dari Ajeng yang ikut mendampingi melakukan registrasi mengatakan, dia hanya bisa pasrah saat Ajeng mengutarakan keinginannya untuk kuliah di Universitas Jember.

“Untuk biaya sekolah SMA saja saya sering menunda pembayaran, apa lagi untuk biaya kuliah anak saya. Saya hanya berdoa saja saat Ajeng menyampaikan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan di Jember,” ujar Kasno.

Kasno yang kesehariannya berprofesi sebagai petani ini mengatakan, awalnya dia sebenarnya kurang setuju dengan pilihan putrinya untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Jember. bahkan dirinya

“Bukannya apa mas, Ajeng kan perempuan dan Jember ini sangat jauh sekali dari Trenggalek sedangkan dia sejak kecil tidak pernah jauh dari ibunya, pastinya saya juga tidak mungkin untuk mengunjungi Ajeng setiap bulan,” Ujar suami dari Sri Umami ini.

Kasno kemudian merasa tenang saat dirinya dihubungi oleh salah satu mahasiswa dari Paguyuban Mahasiswa Trenggalek. Dari peguyuban mahasiswa itulah kemudian Kasno mendapatkan sedikit gambaran mengenai Universitas Jember dan Kota Jember.

“Alhamdulillah ternyata di Jember juga banyak anak-anak dari Trenggalek. Katanya beberapa diantara mereka adalah alumni SMAN 1 Karangan Trenggalek yang merupakan kakak kelas Ajeng jadi hati saya menjadi lebih tenang,” imbuh Kasno.