Hasil Study Visit Kasetsart University Thailand:

Kasetsart2_unej-630x330px

Tertarik Aplikasikan OTOP Di Jember

Jember, 6 Februari 2017

Delapan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember berkesempatan memperdalam karakteristik pertanian di negara gajah putih melalui study visit di Kasetsart University, Thailand. Selama dua minggu dari tanggal 26 November hingga 10 Desember 2016, tiga orang mahasiswa program studi Agribisnis dan lima mahasiswa Agroteknologi melihat dari dekat bagaimana pemerintah Thailand mengembangkan bidang pertanian. Untuk diketahui, Kasetsart University dipilih sebagai mitra kerjasama mengingat perguruan tinggi yang berdiri semenjak tahun 1904 ini fokus pada bidang pertanian.

“Salah satu program yang menarik perhatian kami adalah program One Tambol, One Product atau biasa disingkat OTOP,” cerita Anissa Zahra, mahasiswi program studi Agribisnis yang berangkat ke Thailand bersama dua rekannya, yakni Bela Lestari dan Arruman Fathir. “Tambol itu kira-kira desa kalau di Indonesia, jadi program OTOP ini ingin agar setiap desa di Thailand memiliki produk unggulan,” tambah Bela saat ditemui di kampus Fakultas Pertanian (6/2). Ternyata program OTOP berjalan dengan baik, apalagi mendapatkan dukungan penuh dari mendiang raja Bhumibol Adulyadej yang memang dikenal memiliki kepedulian terhadap petani dan pertanian di Thailand.

“Sebenarnya program serupa pernah dilaksanakan di Jawa Timur, dengan Program One Village, One Product tapi entah mengapa belum berjalan dengan maksimal,” tambah Arruman yang bersama kawan-kawannya berkesempatan melihat dari dekat pelaksanaan program OTOP di Rai Khun Mon, Provinsi Kanchanaburi. Produk andalan Rai Khun Mon adalah kripik pisang, hebatnya lagi kripik pisang ini berhasil menembus beberapa maskapai penerbangan di Thailand sebagai suguhan untuk penumpang pesawat terbang. Tidak hanya kripik pisang, warga desa Rai Khun Mon juga mengembangkan peternakan dan perkebunan.

“Sebenarnya dari segi bentuk dan rasa, kripik pisang kita tidak kalah enaknya, namun dari kemasan jauh berbeda. Produk kripik pisang desa Rai Khun Mon sudah dikemas layaknya produk yang beredar di supermarket, jadi tidak dikemas ala kadarnya. Selain itu mutu dan kebersihannya terjamin,” tambah Anissa yang juga Duta Kampus Universitas Jember tahun 2015 lalu. Berhasilnya program OTOP tidak lepas dari keseriusan pemerintah Thailand mengembangkan pertanian dari hulu hingga hilir, dari mulai penanaman hingga pemasaran. Integrasi antara pertanian, indistri dan pasar sudah berjalan dengan baik. “Program OTOP yang dicanangkan pemerintah Thailand perlu dicontoh, bahkan menurut saya bisa diterapkan di Jember,” ujar Anissa seraya diiyakan kedua rekannya.

Jika mahasiswa jurusan Agribisnis melihat dari dekat pelaksanaan program OTOP, lain lagi dengan lima mahasiswa jurusan Agroteknologi. M. Sholehuddin, Erni Rosita, Mariyatul Kiptiyah, Wulan Arum dan Ruth Elika lebih banyak belajar mengenai permasalahan benih, penanggulangan gulma, serta manajemen pengairan pertanian di Thailand. Berbeda dengan rekan dari Agribisnis, kelimanya lebih banyak berkutat di laboratorium dan berbagai fasilitas pendukung di Kasetsart University, khususnya di Khampaeng Saen Campus. “Kami lebih banyak berdiskusi bersama dosen dan melihat fasilitas seperti pusat penelitian dan pengembangan buah dan sayur tropis yang memiliki failitas pemuliaan benih,” kata Sholehuddin.

Selama dua minggu di Thailand, selain mengikuti berbagai kegiatan akademis, para utusan Kampus Tegalboto berkesempatan bersosialisasi dengan koleganya para mahasiswa Kasetsart University. Salah satu acara yang diikuti adalah Kaset Fair 2016 (28/10-11/12),  kegiatan pameran pertanian yang melibatkan sivitas akademika kampus dan masyarakat khususnya, para petani. “Dalam Kaset Fair dipamerkan berbagai hasil pertanian, peralatan hingga obat dan pupuk. Pokoknya semua hal terkait bidang pertanian tersedia. Para dosen dan mahasiswa juga tidak ketinggalan memamerkan hasil inovasinya,” tutur Wulan Arum. Bahkan  bagi mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember yang beragama Islam juga berkesempatan berdiskusi dalam acara rutin yang diadakan oleh persatuan mahasiswa Islam Thailand di Kasetsart University.

Sementara itu ditemui secara terpisah, Sigit Soepradjono, Dekan Fakultas Pertanian mengemukakan program study visit adalah hasil kerjasama yang sudah dirintis bersama Kasetsart University sejak tahun 2014 lalu. Selain memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan dosen untuk mengikuti kegiatan shortcourse, kerjasama ini juga menawarkan kesempatan kuliah selama setahun. “Tahun 2017 ini rencananya mahasiswa dari Thailand yang giliran belajar di kampus Tegalboto. Harapannya, kerjasama ini dapat menambah wawasan keilmuan serta pengalaman mahasiswa dan dosen Fakultas Pertanian Universitas Jember,” pungkasnya. (iim)

Leave us a Comment