Hasil Penelitian CDAST Universitas Jember Diakui Dunia Internasional

Jember, 24 Juli 2014

Warga Kampus Tegalboto patut berbangga, hasil penelitian yang dilakukan oleh Center for Development of Advanced Science and Technology (CDAST) Universitas Jember di bidang bioteknologi mendapat pengakuan dunia. Salah satu jurnal bergengsi di bidang bioteknologi, Nature Biotechnology, dalam laporannya berjudul Beating The Heat membahas varitas tebu N11-4T yang merupakan varietas tebu tahan kering Produk Rekayasa Genetika (PRG) hasil penelitian CDAST Universitas Jember. Laporan ini muncul dalam Jurnal Nature Biotechnology volume 32 nomor 7 bulan Juli 2014.

Dalam laporan yang ditulis oleh Emily Waltz, varietas tebu PRG N11-4T disebut sebagai salah satu dari sepuluh produk tanaman rekayasa genetika yang saat ini sudah dikembangkan secara komersial di dunia. Tebu PRG N11-4T dijelaskan memiliki keunggulan dimana produksinya 20-30% lebih tinggi daripada tebu jenis lain saat ditanam di lahan kering. Keberhasilan ini menempatkan CDAST Universitas Jember sebagai pengembang varietas tebu PRG N11-4T, dan PTPN XI serta Ajinomoto sebagai pihak yang memanfaatkan varietas tebu PRG N11-4T secara komersial, sejajar dengan pengembang produk rekayasa genetika kaliber dunia seperti Monsato, Du Pont Pioneer, Arcadia Biosciences dan lainnya.

Menurut jurnal yang berpusat di Inggris ini, penemuan di bidang produk rekayasa genetika khususnya pada tanaman tahan kering memberikan harapan bagi dunia, pasalnya dengan bertambahnya populasi penduduk dunia berimplikasi pada permintaan pangan yang semakin meningkat. Padahal di tengah ancaman perubahan iklim dunia, masa kemarau dikhawatirkan dapat berlangsung lebih lama, sehingga dikhawatirkan menganggu produksi pangan dunia.

“Pembahasan mengenai varietas tebu PRG N11-4T di Jurnal Nature Biotechnology ini membuktikan hasil kerja keras kami kini sudah diakui oleh dunia internasional. Bagi kami ini adalah hadiah ulang tahun Universitas Jember ke lima puluh,” jelas Prof. Dr. Bambang Sugiharto, Ketua CDAST Universitas Jember (23/7). Menurut Prof. Dr. Bambang Sugiharto, keberhasilan ini menjadi faktor pendorong dan penyemangat bagi seluruh awak CDAST untuk bekerja lebih keras lagi untuk menghasilkan produk-produk lain yang memiliki manfaat bagi khalayak luas.

Untuk diketahui, saat ini CDAST Universitas Jember tengah mengurus sertifikasi bagi varietas tebu PRG rendemen tinggi dan sedang serius di laboratorium guna menghasilkan varietas tebu PRG yang tahan terhadap virus Sugar Cane Mosaic Virus (SCMV). “Selain meneliti dan menghasilkan bibit tebu Produk Rekayasa Genetika, kami juga sedang meneliti padi Produk Rekayasa Genetika bekerjasama dengan Kyungpook National University Korea Selatan. Bahkan para pakar rekayasa genetika dari Kyungpook National University bulan Februari lalu sudah berkunjung ke Kampus Tegalboto, termasuk mengunjungi kebun percobaan Universitas Jember di daerah Jubung,” katanya lagi.

Pemuatan keberhasilan CDAST Universitas Jember mengembangkan varietas tebu PRG N11-4T di jurnal Nature Biotechnology dan jurnal ilmiah lainnya serta di media massa ternyata membuat banyak pihak tertarik. Tanggal 10 Juli 2014 lalu, Tomoyuki Endo dari Inorganic Chemical Departement Mitsubishi Corporation, Jepang dan Chong Wai Thong, Representatif in Indonesia untuk United Molasses (UM) Trading, Inggris, berkunjung ke Kampus Tegalboto, bertemu pihak CDAST dan menemui Rektor Universitas Jember. “Pihak Mitsubishi dan UM Trading ingin mengetahui lebih dalam mengenai varietas tebu PRG N11-4T. Kami juga menerima informasi dari PTPN XI bahwa ada perusahaan dari Brazil, Argentina dan Philipina yang juga tertarik dengan varietas tebu PRG N11-4T,” tambah Prof. Dr. Bambang Sugiharto.

Sementara itu dalam kesempatan lain, Rektor Universitas Jember, Drs. Moh. Hasan, MSc., PhD memberikan apresiasi atas pencapaian ini. Menurutnya, bagi para peneliti, keberhasilan tertinggi adalah jika hasil penelitian kita mendapatkan pengakuan dari sesama peneliti dan bisa bermanfaat bagi khalayak luas. “Semoga keberhasilan kawan-kawan di CDAST menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika Kampus Tegalboto, sekaligus menepis tudingan bahwa perguruan tinggi seperti Universitas Jember adalah menara gading,” ujar Drs. Moh. Hasan, MSc., PhD. (iim)

Leave us a Comment