KH. Hasan Basri : Jadilah “Supir” Yang Baik Di Dunia

BukBer1

Jember, 20 Juni 2017

BukBer1

Hendaknya manusia menjadi “supir” yang baik selama menjalani hidup di dunia. Pesan bernada canda ini disampaikan oleh KH. Hasan Basri, pengasuh Pondok Pesantren Al Muarif Al Mubarok, Patrang, Jember, saat memberikan tausiyah pada acara buka bersama keluarga besar Universitas Jember (1/6). KH. Hasan Basri mengutip pendapat dari ulama besar Al Ghazali, yang mengajarkan hidup ini ibarat sebuah perjalanan, maka manusia yang bakal selamat adalah yang mampu memerankan diri sebagai supir yang tidak ngebut, tidak ngantuk, memiliki rem yang pakem, dan tidak melanggar rambu-rambu yang ada.

KH. Hasan Basri lantas menjelaskan pemaparannya. “Jadi supir jangan ngebut, artinya manusia hidup di dunia janganlah memperturutkan hawa nafsunya, sebab manusia yang hanya hidup menuruti nafsunya bakal celaka. Kedua supir yang baik tidak mengantuk alias tidak lupa diri. Maksudnya sebagai manusia wajib ingat dari apa dia dibuat, untuk apa dia hidup dan bakal kemana manusia akan berlabuh,” jelasnya. Dirinya kemudian menambahkan bahwa sebagai supir yang baik, maka perlu mempersiapkan rem kendaraan yang baik serta patuh terhadap rambu-rambu yang ada. “Rem yang baik itu adalah iman, dan ingat patuhi perintah dan larangan Allah SWT sebagai rambu-rambu kita hidup di dunia,” tutur KH. Hasan Basri di hadapan keluarga besar kampus Tegalboto mulai rektor, wakil rektor, dekan, wakil dekan hingga dosen, karywan dan pensiunan.

Oleh karena itu, KH. Hasan Basri mengingatkan kepada segenap yang hadir, jika keempat syarat menjadi supir yang baik tadi dimiliki, maka manusia bakal menjadi insan bertakwa. “Salah satu sarana menjadi insan bertakwa adalah dengan puasa, sebab hanya orang bertakwa yang bakal mendapatkan derajat tertinggi di hadapan Allah SWT,” tegasnya. Kegiatan buka bersama juga dimeriahkan dengan penampilan grup Hadrah Nur Iman yang semua anggotanya adalah karyawan di lingkungan Universitas Jember.

Sementara itu dalam sambutannya, Moch. Hasan, Rektor Universitas Jember mengharapkan buka bersama menjadi sarana bagi keluarga besar kampus Tegalboto untuk merekatkan silaturrahim. “Tradisi buka bersama ini sudah kita jalankan bertahun-tahun dan terus kita lestarikan, sebab menjadi sarana silaturrahim untuk memperkuat tali persaudaraan. Semoga tahun depan kita masih dapat bertemu lagi dengan bulan ramadhan,” katanya. Sebelumnya pada saat pelantikan para Wakil Dekan I,II dan III delapan fakultas di siang harinya, Rektor Universitas Jember mengingatkan segenap dosen dan karyawan agar mematuhi peraturan pemerintah yang menetapkan tanggal 3 Juli nanti sebagai hari kerja selepas liburan Idul Fitri. “Saya harap semua dosen dan karyawan masuk kerja pada tanggal 3 Juli, sebab kita juga bakal adakan halal bi halal,” pinta Moch. Hasan. (iim)

Blog Attachment