HARUSKAN INDONESIA BERMANUVER? Kuliah Tamu Oleh : Dr. Ichsanuddin Noorsy, Bsc., SH., M.Si.,

Jember, 1 Juni 2015

Menghadapi dinamisasi ekonomi global dan perdagangan bebas antar negara mengharuskan Indonesia untuk mempersiapkan diri untuk meningkatkan competitiveness, tidak hanya dalam perdagangan ataupun investasi, tetapi juga dalam berbagai aspek, misalnya menyiapkan tenaga kerja terampil. Berangkat dari tujuan tersebut maka Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Jember mengadakan kuliah Umum dengan mengundang pakar ekonomi Dr. Ichsanuddin Noorsy, Bsc., SH., M.Si., Kegiatan ini dihadiri oleh Dosen dan Mahasiswa, terutama dosen yang mengajar ekonomi pembangunan dan makroekonomi. Yang menjadi pertimbangan dihadirkannya pakar tersebut karena selama ini, pakar ekonomi yang satu ini memiliki analisis yang tajam, berani dan solutif, sehingga diharapkan akan dapat memberikan pencerahan tentang kinerja ekonomi Indonesia berbasis data dan jalan keluar yang harus ditempuh untuk mencapai kondisi yang lebih baik.

Kuliah tamu ini bertema “Asean Economic Comunity dan Posisi Indonesia”. Bapak Ichsan, demikian biasanya dipanggil, memberikan masukan yang sangat berharga kepada peserta, sehingga semua dosen dan mahasiswa beberapa kali tepuk tangan, bahkan tidak ketinggalan Dr. M. Fathorrazi, MSi. yang lagi menjabat Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Jember turut serta sampai acara berakhir. Intinya, Ichsanudin mengatakan bahwa posisi Indonesia menjadi lahan perang kebijakan bila tidak melakukan kebijakan yang spektakuler. Dengan kata lain, Indonesia harus bermanuver agar tidak tercepit pada perang ekonomi negara lain yang memiliki kepentingan yang berbeda.

Menurut Dr. Sebastiana Viphindrartin, MSi. Ketua jurusan Ilmu Ekonomi, acara ini akan dijadikan kegiatan tahun dengan mengundang para pakar yang berkompeten di dalamnya. Hal ini dimaksudkan, disamping untuk membekali mahasiswa dan dosen dengan data-data baru yang akurat, juga diharapkan akan dapat meningkatkan daya nalar mereka agar bisa diterapkan dalam diskusi-diskusi di Fakultas Ekonomi. (FE/Mj)

Leave us a Comment