Hadi Wijono: Situbondo Rentan Bencana Banjir

Selasa, 29 November 2016

Warga di 34 Desa yang tersebar di 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Situbondo tidak bisa tidur nyenyak. Pasalnya, setiap musim penghujan tiba mereka selalu dihantui oleh kemungkinan terjadinya bencana banjir.

“Namun sayangnya belum ada upaya yang kongkret dari pemerintah Situbondo untuk mencegah terjadinya banjir. Sampai saat ini pemerintah kabupaten situbondo masih belum mampu membuat kebijakan yang spesifik dan local terkait penanggulan banjir,” demikian yang disampaikan Hadi Wijono dalam ujian terbuka ujian terbuka Disertasi Program Doktor Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember.

Dalam disertasi yang berjudul “Perumusan Kebijakan Penanggulangan Bencana Banjir Di Kabupaten Situbondo” Sujono memaparkan, ego sectoral antara Pemerintah Situbondo dengan Bondowoso menjadi penyebab utama.

“Banjir di Situbondo itu adalah banjir kiriman dari wilayah Bondowoso. Namun sepertinya Pemda Situbondo enggan untuk duduk bersama membahas mengenai pengelolaan DAS (Daerah Aliran Sungai) yang berada disepanjang Kali Sampean yang berada diwilayah Bondowoso,” imbuh Wijono.

Selain itu menurutnya, rendahnya partisipasi masyarakat menjadi persoalan yang menambah a lot proses perumusan kebijakan mengenai penanggulangan bencana banjir. Hal ini menurutnya adalah dampak dari pengetahuan masyarakat dalam hal perumusan kebijakan.

“Sudah saya tulis dalam penutup desertasi saya agar pemerintah mulai melibatkan banyak pihak dan tokoh masyarakat dalam proses perumusan kebijakan penanggulangan banjir yang ada di Kabupaten Situbondo,” paparnya lagi

Dalam sidang terbuka yang berlangsung hampir selama 2 jam ini, Hadi dinyatakan lulus ujian dan berhak menyandang gelar Doktor. Dr. Djoko Purnomo, M.Si selaku ketua pimpinan sidang ujian terbuka berharap semangat dan tanggung jawab Hadi dalam menyelesaikan ujian terbuka ini perlu ditiru.

“Bapak Hadi sudah membuktikan bahwa gelar doktor bukan lagi suatu hal yang sangat berat untuk diraih, dengan kebulatan tekat dan semangat yang kuat akan dimudahkan,” ujar Purnomo.

Hadir pula penguji tamu  Prof. Dr. Bambang Supriyono, MS dari Universitas Brawijaya Malang. Ujian kali ini juga dihadiri 3 penguji utama penguji I Dr. Anas Murdyastuti, M.Si, penguji II Dr. Zarah Puspitaningtyas,S.Sos., SE., M.Si dan  penguji III Drs. Himawan Bayu Patriadi, MA., Ph.D. Tidak hanya itu saja terdapat 3 promotor yang juga hadir, promotor I Prof. Dr. Hary Yuswadi, MA, Co-Promotor I Prof. Dr. Syamsul Maarif, M. Si, dan Co-Promotor II Dr. Sasongko, M.Si selaku Dosen Fisip UNEJ. (nis/moen)

Leave us a Comment