Global Citizen AIESEC (2) Anggi Berangkat Ke Tiongkok, Fetty Ke Filipina

Enam mahasiswa Universitas Jember terpilih untuk mengikuti program Global Citizen yang diselenggarakan oleh AIESEC (Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales). Program Global Citizen adalah program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa, untuk melakukan suatu proyek sosial yang memiliki cakupan Internasional. Dalam program ini, peserta akan menjadi seorang relawan/volunteer selama kurang lebih 6-8 minggu di salah satu dari 126 negara yang tergabung dalam AIESEC.

Global Citizen sendiri adalah proyek yang bertujuan untuk memberikan sebuah dampak langsung pada masyarakat melalui proyek sosial ini. Global Citizen berfokus pada beberapa isus-isu di dunia seperti kesehatan, pendidikan, budaya, lingkungan, dan kewirausahaan. Mahasiswa yang ambil bagian akan mendapatkan banyak manfaat seperti International Networking, personal development, ataupun menjadi duta dari Indonesia.

Untuk diketahui AIESEC adalah organisasi internasional untuk para pemuda yang membantu mengembangkan potensi kepemimpinan mereka. AIESEC merupakan organisasi terbesar di dunia. Organisasi yang berdiri sejak tahun 1948 ini berfokus pada pengembangan kepemimpinan para pemuda, pengembangan kepemimpinan, pengalaman kepemimpinan, hingga partisipasi di Global Learning Environment. Saat ini  AIESEC berpusat di Rotterdam, Belanda.

Setelah sebelumnya di awal tahun 2016 Rizki Warda berkesempatan menambah pengalaman di Filipina, kini giliran Anggi Sulistyani dari Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) dan Fetty Ghaessani Putri Pertiwi dari Fakultas Teknologi Pertanian yang akan berangkat. Fetty akan berangkat ke Chongqing, Tiongkok bulan Juli 2016, sementara Fetty akan ke Davao, Filipina. Untuk diketahui, sebelumnya sudah ada Munfarida Rizky Mutammimah dari Fakultas Ekonomi yang menjalankan proyek di Malaysia. Berikut persiapan dan pengalaman para mahasiswa Tegalboto yang menjalani Global Citizen, yang dituliskan dalam seri Global Citizen AIESEC.

13517823_199017077165707_365847157_oAnggi Sulistiyani mahasiswi Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Universitas Jember mendapat kado istimewa tahun ini. Pasalnya, impiannya untuk bisa belajar di luar negeri akhirnya terwujud juga. Sesuai jadwal yang telah ditentukan tanggal 8 Juli 2016 mendatang akan berangkat ke kota Congqing, Tiongkok. Anggi akan tinggal di Congqing Cina selama kurang lebih dua bulan.

“Alhamdulillah, melalui program Global Citizen AIESEC, saya memiliki kesempatan belajar di Tiongkok. Program yang sudah saya rencanakan adalah proyek rehabilitasi bagi anak autis agar mereka dapat hidup mandiri,” paparnya. Anggi mengatakan, dari sekian banyak proyek yang ditawarkan, dirinya lebih memilih Tiongkok karena menurutnya, angka jumlah penderita autisme di negara tirai bambu cukup tinggi. “Sebenarnya banyak negara yang ditawarkan, namun saya lebih ingin fokus pada rehabilitasi anak, dan kebetulan ini sesuai dengan bidang akademik yang saya tekuni yaitu Ilmu Keperawatan,” ujar calon perawat ini lagi.

Anggi mengaku, selama ini dirinya sudah mempersiapkan diri sejak lama, mulai dari penguasaan bahasa hingga mencari tahu mengenai seluk beluk kehidupan sosial budaya yang ada di Tiongkok. “Bahasa Inggris sudah pasti namun saya juga sudah mempelajari bahasa Mandarin.  Selain itu alumnus AIESEC yang pernah ke Tiongkok juga telah memberikan pengarahan kepada saya mengenai kehidupan disana, budaya, etika tutur kata dan lainnya,” imbuh gadis kelahiran Pasuruan ini.

Selain Anggi, Fetty Ghaessani Putri Pertiwi juga memiliki keberuntungan yang sama. Melalui program yang sama Fetty akan belajar dan tinggal di Kota Davao, Filipina untuk berpartisipasi dalam proyek SMILEVILLE. Nantinya dalam proyek ini Fetty akan memberikan kursus bahasa Inggris kepada anak-anak sekolah yang ada di Kota Davao, keterampilan melukis dan keterampilan lainnya bersama para mahasiswa dari berbagai negara.

Tak lupa Fetty akan memperkenalkan budaya Indonesia untuk masyarakat Davao. “Saya berencana mengenalkan dan mengajarkan anak-anak disana cara bermain angklung dan wayang. Satu lagi, saya  akan membawa beberapa makanan khas daerah seperti halnya rendang,” ujar Fetty yang merupakan mahasiswi jurusan Teknologi Hasil Pertanian FTP Universitas Jember.

Sebelumnya, pada bulan Januari lalu, Munfarida Rizky Mutamimmah atau biasa dipanggil Kiki, mahasiswi jurusan akuntansi Universitas Jember, menjalankan proyek  Techcycle Tech4all di Selangor, Malaysia. “Proyek Techcycle Tech4all berkonsentrasi pada isu Social-Entrepreneur dan lingkungan. Kami bergerak di bidang daur ulang barang bekas terutama elektronik bekas,” jelas Rizky.

Selama dua bulan di Selangor, Rizky bersama dua rekannya asal Taiwan mengkampanyekan kesadaran pada masyarakat Selangor dan sekitarnya akan bahaya barang elektronik bekas apabila hanya disimpan atau dibuang sembarangan. Oleh karena itu, mereka mengumpulkan donasi elektronik bekas dan tak terpakai dari masyarakat untuk di daur ulang yang kemudian di berikan kepada anak-anak yang membutuhkan. “Kami juga mengajarkan pelajaran teknologi informasi kepada anak-anak di sana,” kata mahasiswi Akuntansi ini.

Sementara itu dihubungi secara terpisah, Honest Dody Moelasy (27/6), pembina AIESEC Universitas Jember menjelaskan, pihaknya sengaja mendorong anggota AIESEC Universitas Jember untuk berani mengikuti berbagai proyek di luar negeri. Pasalnya semenjak memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), persaingan tidak hanya di tingkatan lokal, regional atau nasional saja, namun sudah di level internasional. “Kami berharap orientasi mereka setelah lulus nanti tidak hanya berkiprah di Indonesia, namun paling tidak berani masuk ke pasar kerja ASEAN,” kata dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Jember ini. (moen/iim).

Leave us a Comment