Gerakan SIPIL, Aksi Peduli Untuk Jember Bebas Pedofil

Jember, 8 Juni 2016

Maraknya aksi kekerasan seksual terhadap anak akhir-akhir ini menjadi keprihatinan semua pihak. Bahkan pemerintah telah menerbitkan sanksi pidana khusus untuk para pelaku tindak kekerasan seksual pada anak atau yang biasa disebut pedofil. Salah satu aksi nyata untuk mencegah kekerasan seksual pada anak ditunjukkan oleh mahasiswa Fakultas Kesehatan (FKM) Universitas Jember. Muthmainah Farida mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember bersama empat orang kawannya, Andiana Putri, Iin Listianah, Swara Mega, dan Muhammad Ahid, menggagas program “Gerakan SIPIL (Stop Pedofil) .

“Gerakan SIPIL (Stop Pedofil) ini merupakan program pencegahan terhadap kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki memiliki perilaku menyimpang kepada anak-anak dalam orientasi seksual atau yang lazim disebut Pedofilia,” tutur Muthmainah Farida sang inisiator program. Menurut gadis yang akrab disapa Farida ini mengatakan, berdasarkan data dari Komnas Perlindungan Anak Indonesia, kasus kekerasan seksual cukup meprihatinkan. Menurutnya, dari data yang ada mulai Januari hingga bulan Juni 2014 terdapat 1.039 kasus kekerasan terhadap anak dengan jumlah korban sebanyak 1.896 anak.

“Enam puluh persen diantaranya merupakan kasus kekerasan seksual. di Jawa Timur sendiri setiap dua bulan tercatat 28 kasus kekerasan seksual, artinya dalam rentang setahun kurang lebih terjadi 168 kasus. Jadi perlu komitmen semua pihak agar terjadi pengurangan jumlah kasus,” paparnya lagi. Farida mengatakan, program gerakan SIPIL Jember terpusat di enam titik strategis di enam kecamatan yang ada di Kabupaten Jember, yakni Kecamatan Mumbulsari, Puger, Patrang, Kalisat, Tanggul, Rambipuji.

“Di tiap titik kami melakukan aksi mulai dari penyuluhan dan edukasi terhadap siswa SD, orangtua, dan guru tentang bahaya pedofil, tepatnya di beberapa Sekolah Dasar. Diantaranya SDN Gumuksari 1 dan 3 Kecamatan Kalisat, SDN Rambipuji 2 Kecamatan Rambipuji, SDN Puger Kulon 3 kecamatan Puger, SDN Tanggul Wetan 1 kecamatan Tanggul, SDN 4 Mumbulsari kecamatan Mumbulsari dan SDN Jember Lor 2 kecamatan Patrang,” imbuhnya.

Sementara itu Muhammad Ahid menambahkan, dari hasil penyuluhan terhadap siswa-siswi SD tersebut kemudian terbentuk  Duta Sipil dari masing-masing sekolah. “Para Duta Sipil inilah yang kemudian menjadi penggerak teman-temannya, bersama dengan kami melakukan aksi turun jalan ke tempat-tempat yang ramai seperti pasar, sepanjang jalan dan alun-alun guna menyebarkan pengetahuan tentang pembelajaran, pencegahan dan penanggulangan kasus pedofil,” pungkasnya.

Muhammad Ahid berharap, gerakan SIPIL merupakan rangkaian aksi nyata untuk mewujudkan Jember bebas pedofil. “Sebelumnya kami juga telah menggelar lomba desain poster dengan tema Stop Pedofil tingkat nasional, dan puncaknya kami menggelar Pentas SIPIL (Stop Pedofil) yang bertempat di alun-alun Jember pada tanggal 5 Juni 2016 dengan mengundang duta SIPIL dari 6 sekolah di 6 Kecamatan Kabupaten Jember,” jelasnya. (mun)

Leave us a Comment