Galing Bondan Gunawan, Juara Lomba Desain Batik Motif Kopi JICC

kegiatan penjurian

Jember, 8 November 2017

Setelah melewati serangkaian penjurian, Galing Bondan Gunawan, ditetapkan menjadi juara pertama Lomba Desain Batik Kopi dalam rangka Jember International Coffee Conference, yang diselenggarakan oleh Universitas Jember. Galing, dengan motif batik kopi bertema Penikmat Kopi Sejati berhasil menyisihkan 162 pesaingnya lainnya. Dengan demikian, Galing berhak membawa pulang hadiah berupa uang pembinaan sebesar lima juta rupiah. Juara dua diraih oleh Nishfi Ghoirotun Nasuha dengan tema motif batik kopi bertema Kopi Arabika, dan juara ketiga dibawa pulang oleh Noer Aminatus Sya’diyah yang menciptakan motif batik kopi bertema Kurangkai Impian Lewat Secangkir Kopi Pilihan.

kegiatan penjurian

Dewan juri yang terdiri dari Harry Kresno Setiawan dan Soekma Yenny Astuti dari Fakultas Ilmu Budaya, serta Adi Kurniawan dari Galeri Batik Sisik Melik Jember sepakat memberikan nilai tertinggi bagi desain motif batik ciptaan Galing yang memilih kopi dan luwak sebagai motif utama. Dalam penjelasan tertulisnya, Gilang memaparkan, motif batik ciptaannya menggambarkan kehidupan hewan luwak yang menjadi sahabat bagi para petani kopi. Luwak membantu para petani dalam memanen kopi,sekaligus mengupas kulit kopi. Kopi Luwak, memiliki cita rasa yang unik dan nikmat. Aromanya yang harum mengundang selera bagi penikmat kopi sejati. Kopi Luwak menjadi komoditi lokal maupun ekspor yang sangat dicari. Sementara untuk unsur warna, Galing memilih coklat kehitaman, merah dan putih gading.

Menurut L. Dyah Purwita, koordinator panitia lomba, dirinya bersyukur kegiatan kali ini berlangsung sukses. Salah satu parameternya dengan banyaknya peserta yang ikut serta dari berbagai kota di Indonesia, dengan beragam kreasi motif batik bertema kopi. “Seluruh motif batik kopi yang masuk, akan kami sosialisasikan kepada pengusaha batik khususnya di Jember dan Bondowoso untuk diproduksi,” ujar L. Dyah Purwita. Dosen di Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya ini menambahkan, ada tiga unsur utama yang dinilai, yakni keaslian karya, keunikan motif dan penentuan ciri khas motif, ide dan kreativitas juga filosofi yang disampaikan.

Pada kesempatan yang sama, I Dewa Ayu Susilowati, ketua panitia kegiatan, menyampaikan, Lomba Batik Motif Kopi menjadi pembuka serangkaian kegiatan JICC yang diadakan tanggal 9 dan 10 November. “JICC akan membahas kopi dari berbagai sisi keilmuan, dari pertanian, kesehatan, ekonomi hingga sosial budaya. Dan dijadwalkan Menteri Pertanian juga bakal hadir memberikan arahan,” ujar dosen Fakultas Kedokteran Gigi ini. Para pembicara utama yang bakal tampil antara lain Dr. Jonas Augliani dari Italia, Prof. Dr. Peeyush Soni dari Thailand, Dr. Maizirwan dari malaysia dan pembicara lainnya. Para peserta juga akan diajak melihat dari dekat perkebunan kopi rakyat yang ada di Bondowoso. (iim)

Blog Attachment