Fokus Pada Keperawatan Pertanian-Perkebunan, Program Studi Diploma 3 Keperawatan Universitas Jember Gelar Seminar Hospital Emergency in Agriculture Area

KeperawatanPertanian-2-768×512

Lumajang, 28 September 2018

            Program Studi Diploma 3 Keperawatan Universitas Jember kampus Lumajang terus fokus pada spesialisasi keperawatan di bidang pertanian dan perkebunan. Keseriusan ini antara lain ditunjukkan dengan menggelar seminar bertajuk “The Hospital Emergency Management in Agriculture Area” yang dilaksanakan di Hotel Prima, Lumajang (15/9). Uniknya, setiap kasus yang dibahas, mulai dari luka akibat alat pertanian, gigitan ular hingga keracunan pestisida dimulai dengan penampilan atraktif mahasiswa Program Diploma 3 Keperawatan dalam bentuk drama yang menarik.

Seminar yang membahas bagaimana penanganan kesehatan serta kegawatdaruratan di bidang pertanian dan perkebunan ini diikuti oleh 300 peserta yang merupakan dosen, mahasiswa, serta praktisi kesehatan dari rumah sakit serta Puskesmas di Lumajang. Inisiatif seminar keperawatan di bidang pertanian dan perkebunan mendapat apresiasi dari Lantin Sulistyorini, Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Jember yang sekaligus membuka acara. “Pemilihan spesialisasi di bidang keperawatan pertanian dan perkebunan sudah sesuai dengan visi dan misi Universitas Jember yang ingin mengembangkan pertanian industrial. Apalagi disampaikan dengan cara yang atraktif sehingga menarik perhatian peserta,” pujinya.

Pemateri pertama adalah Suryanto, dosen Fakultas Keperawatan di Universitas Brawijaya dengan materi “Pre hospital Emergency Management System in Indonesia Agriculture Area”. Dilanjutkan dua pembicara yang merupakan dosen di Program Studi Diploma 3 Keperawatan, Eko Prasetya dengan tema bahasan “Emergency Management in Agriculture Area”, dan Arista Maysaroh dengan materi “Occupational Emergency in Lumajang Agriculture Area”. Sebelum materi dibahas, mahasiswa Program Diploma 3 Keperawatan memainkan empat drama yang berbasis pada masalah kesehatan yang sering ditemui di bidang pertanian dan perkebunan.

            “Bukan sekedar drama lho, tapi dilanjutkan dengan cara penanganan yang dipandu oleh pemateri, harapannya peserta dapat melihat secara langsung cara penanganan yang sesuai prosedur pada setiap kasusnya,” ujar Nurul Hayati, Ketua Program Studi  Diploma 3 Keperawatan menjelaskan mengapa bentuk drama dipakai dalam seminar. Tidak heran jika para pemain tampak serius memainkan setiap peran dan mempraktekkan penanganannya. Seperti saat drama penanganan kasus luka akibat gigitan ular, pemateri Eko Prasetya menunjukan bagaimana cara penanganan yang benar

.

“Jika pasien terkena gigitan ular, anjurkan tidak banyak bergerak supaya racun ular tidak menjalar ke seluruh tubuh. Bebat luka bagian badan yang terkena gigitan ular lalu pasang bidai. Jika racun mulai menjalar hingga pasien tidak sadarkan diri maka cek respon, look listen and feel, cek nadi, dan jika nadi tidak teraba maka lakukan RJP lalu berikan bantuan ventilasi. Jangan lupa terakhir selalu evaluasi dengan mengecek nadi kembali. Setelah nadi sudah teraba kembali segera angkat pasien dan bawa ke puskesmas terdekat,” papar Eko Prasetya.

Acara seminar berjalan sukses, terbukti dari tanggapan peserta yang antusias melontarkan pertanyaan hingga turut berpraktek. Acara yang didukung oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Diploma 3 Keperawatan ini rencananya akan diadakan secara rutin dan dengan peserta yang lebih luas lagi. “Bukan tidak mungkin nanti kita kolaborasikan dengan kegiatan ilmiah yang sudah rutin diadakan oleh himpunan mahasiswa Fakultas Keperawatan di kampus Jember,” janji Lantin Setyorini. (tim Berkarya kampus Lumajang).