FKM UNEJ Sukseskan Universal Health Coverage

semnas_FKM_UNEJ-320×240

Jember, 21 Oktober 2018

BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember (FKM UNEJ) menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Sinergitas Sektor Kesehatan untuk Mencapai Universal Health Coverage (UHC) Tahun 2019 sebagai Wujud Indonesia Sehat”, pada Sabtu (20/10) bertempat di Gd. Soetardjo Kampus Tegal Boto. Seminar ini bertujuan untuk mensukseskan program Universal Health Coverage yang merupakan program yang telah dicanangkan oleh pemerintah untuk menyediakan pelayanan yang menyeluruh dan ditargetkan akan dicapai pada tahun 2019.

Hadir 3 pemateri dalam seminar ini yaitu drg. Doni Arianto, MKM (Kepala Bidang Jaminan Kesehatan, Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan-Kemenkes), dr. Handaryo, Mm. AKK., CRGP (Deputi Direktur BPJS Kesehatan Wilayah Jawa Timur), dan Dr Taufik Hidayat, MM. AKK. (Kepala PAMJAMKI, Perhimpunan Ahli Manajemen Jaminan dan Asuransi Kesehatan Indonesia).

Acara dihadiri oleh sebanyak 350 peserta dan dimulai pukul 08.00 WIB, dibuka dengan tarian Lahbako sebagai praacara dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PH-9.

Dekan FKM UNEJ, Irma Prasetyowati, S.KM., M.Kes., dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap acara kali ini. Irma Prasetyowati berharap seminar ini dapat menambah wawasan dan ilmu terutama untuk keprofesian kesehatan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi seminar ini dan berharap kegiatan ini dapat memberikan tambahan ilmu terutama untuk keprofesian kesehatan masyarakat serta untuk meningkatkan kompetensi kesehatan masyarakat, agar menciptakan lulusan FKM yang Assestment, Policy Development, dan Assurance,” tutur Irma Prasetyowati.

Sementara itu, dalam pemaparan materinya, drg. Doni Arianto, MKM., menjelaskan, Universal Health Coverage merupakan upaya untuk pelayanan kesehatan secara menyeluruh di Indonesia dengan target coverage tahun 2019 harus mencapai 95%.

“banyaknya daerah di Indonesia yang berlomba mendaftarkan masyarakatnya untuk menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) itu memang suatu tindakan positif. Namun, akan lebih positif lagi kalau dengan memperhatikan akses pelayanan kesehatan dan mutu pelayanan kesehatan,” tambah Doni Arianto.

Doni Arianto juga menambahkan masih ada beberapa permasalahan yang ada, seperti masih adanya masyarakat yang masih mengabaikan peraturan tentang premi dan masih belum adanya punishment yang efektif untuk menindak pelanggaran yang dilakukan. Doni Arianto menyampaikan tugas dan fungsi pokok petugas kesehatan masyarakat sebagai upaya promotif untuk merubah mindset masyarakat Indonesia, agar masyarakat Indonesia secara merata mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Dalam penyelenggaraan JKN ada beberapa hal yang harus diperhatikan yang pertama adalah cakupan penduduk ditahun 2019 yang harus mencapai target 95% dan juga aspek pelayanan kesehatan yang meliputi 5 pelayanan diantaranya Preventif, Promotif, Rehabilitatif, Kuratif, dan Paliatif,” papar Doni Arianto.

Kontributor : Triana dan Muhamad Ahid