FKG Universitas Jember, Juara I dan II Di Universitas Andalas

FKG_UNEJ-630x330px

Jember, 7 April 2017

Nama Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Jember di ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) di bidang kesehatan di tingkat nasional sudah diakui. Pasalnya mahasiswa FKG sering menjadi juara di berbagai event LKTI. Yang terbaru arek-arek Tegalboto membawa pulang juara pertama dan kedua dalam ajang LKTI Nasional Lecron 2017 yang digelar oleh FKG Universitas Andalas, Padang (31/3 hingga 2/4). Tim yang beranggotakan M. Idris Kamali, Moch. Bahrul Ulum, dan Widy Jatmiko meraih juara pertama. Sementara koleganya, Sakti Wibawa, Rizqa mahdyna, dan Layla Besty membawa pulang juara kedua. Sedangkan untuk juara ketiga diraih oleh Tim Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Surabaya.

Menurut M. Idris Kamali dan Sakti Wibawa yang menjadi koordinator di tiap tim, prestasi kali ini tidak lepas dari hasil pembinaan di Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Penalaran Dentine FKG Universitas Jember sebagai kawah chandradimuka mahasiswa yang aktif meneliti. “UKMF Dentine mendorong tiap anggotanya agar berani melakukan riset, baik ada maupun tidak ada lomba LKTI. Sehingga jika ada lomba, kami tinggal mengirimkan riset yang sudah dilakukan oleh kawan-kawan,” jelas M. Idris Kamali saat ditemui di kampus FKG (7/4). Dan hasilnya terbukti, mahasiswa FKG anggota UKMF Dentine langganan menjadi juara dalam berbagai LKTI di Indonesia, termasuk mengirimkan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dalam rangka Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) .

Selain mendorong anggotanya gemar meneliti, UKMF Dentine juga mewajibkan anggota senior, untuk menjadi pembimbing bagi adik-adik yuniornya. “Kebetulan saya dan Idris beberapa kali tergabung dalam satu tim, dan berhasil menang di beberapa kali kejuaran LKTI. Kini kami berpisah karena kami memiliki tugas membina para yunior kami. Alhamdulillah tim yang kami bina sama-sama menggondol juara,” kata Sakti Wibawa yang sudah membukukan delapan kali menjadi juara di berbagai ajang LKTI. “Bahkan untuk ajang PIMNAS ke tigapuluh nanti, kami telah menyiapkan empat proposal penelitian yang kini sedang kami sempurnakan terus,” tambah Sakti Wibawa lagi.

Dalam ajang LKTI Nasional Lecron 2017, tim FKG Universitas Jember yang meraih juara pertama mengajukan judul penelitian “Termable (Sterilization Machine Portable) Berteknologi Nano Zn Dopping Co Sebagai Metode Sterilisasi Alat Medis”. Menurut Widy Jatmiko, salah satu anggota tim, Termable adalah alat sterilisasi alat-alat kesehatan yang mudah digunakan dan dibawa. “Selama ini untuk mensterilkan alat-alat kesehatan perlu bahan dan tempat, pengerjaannya pun butuh waktu. Bisa dibayangkan jika tim kesehatan harus turun menangani pasien di lokasi bencana yang jauh dari rumah sakit, maka sterilisasi alat-alat kesehatan menjadi masalah karena keterbatasan tempat dan waktu,” kata Widy mahasiswa FKG angkatan 2015 ini.

Widy lantas melanjutkan jika sterilisasi alat-alat kesehatan selama ini biasanya menggunakan cairan alkohol dan klorine, sementara alat yang mereka ciptakan menggunakan prinsip teknologi nano yang menggunakan bahan Zinc oxide (Zn). “Alat ciptaan kami cukup mudah dibawa karena ringkas, hanya seukuran laptop dengan ketebalan berkisar 60 sentimeter. Tinggal memasukkan alat-alat kesehatan yang sudah dipakai dan proses sterilisasi berjalan,” imbuh mahasiswa asal Tulungagung ini.

Sementara tim yang meraih juara kedua memilih judul “Cacao Periodental Chip (CCP) : Formulasi Biodegradable Polymer Berbasis Ekstrak Cacao (Theobroma Cacao-L)”. Menurut Laila Besty, ide riset mereka bermula dari proses pembersihan karang gigi. Biasanya setelah usai penanganan karang gigi pada pasien, biasanya diantara gigi dan gusi ditanamkan chip yang pada waktu tertentu harus diambil lagi. “Kami lantas berpikir mengapa tidak memakai bahan biodegradable yang bisa menyatu dengan gusi?” Ide ini kemudian diwujudkan oleh Laila dengan membuat chip yang berbahan dasar coklat atau cacao. “Selain aman, chip yang berasal dari coklat mudah dibuat karena bahannya banyak didapatkan di Jember yang terkenals ebagai salah satu penghasil coklat,” ujar gadis asli Jember ini. Temuan mereka yang memakai bahan coklat untuk chip dipuji dewan juri, pasalnya mereka dianggap berhasil memanfaatkan potensi daerah.

Untuk diketahui, babak final LKTI Lecron 2017 Universitas Andalas, diikuti oleh sepuluh  tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Sepuluh tim yang tampil di babak  final adalah hasil seleksi dari 22 tim yang turut mendaftarkan diri. “Dalam waktu dekat, kami juga akan mengikuti LKTI tingkat nasional yang diadakan oleh Universitas Warmadewa Bali,” imbuh Laila yang dipuji oleh para pesaingnya mampu melakukan riset yang inovatif dan aplikatif.  (iim)

1 Comment

  • Dokter Rambut
    Reply

    Keren FKG Universitas Jember, Juara I dan II Di Universitas Andalas. 🙂

Leave us a Comment