FEB Universitas Jember Raih Juara I Lomba Debat Akuntansi

Jember, 3 November 2016

Tim Debat Akuntansi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember berhasil meraih juara I dalam ajang lomba debat nasional Accounting Debate Competition 4th Generation yang digelar di Universitas Negeri Surabaya (30/10). Dalam acara yang bertajuk Green Accounting Current Issues tersebut, tim yang beranggotakan Fahmi Firdaus, Rizqi N. Aulia, dan Silvana Faiqoh menyisihkan 36 tim dari enam belas perguruan tinggi dan swasta dari seluruh Indonesia. Dalam lomba yang menggunakan sistem nilai ini, Tim Debat Akuntansi FEB Universitas Jember memperoleh nilai tertinggi dalam babak final melawan Tim Debat Akuntansi FEB Universitas Surabaya (Ubaya).

“Alhamdulllah walupun dengan persiapan yang singkat, kami bisa meyakinkan dewan juri untuk untuk memberikan penilaian terbaik pada setiap penampilan kami. Baik pada saat kami  berada di posisi kontra ataupun dalam posisi yang mendukung materi lomba,” ujar Fahmi Fidaus ketua tim. Untuk diektahui, dalam lomba debat ini, dewan juri akan menentukan melalui undian apakah sebuah tim berada pada posisi kontra atau pro dalam sebuah tema. Oleh karena itu, sebuah tim wajib mempersiapkan diri sebaik mungkin agar argumen yang disampaikan mematahkan argumen lawan.

Saat ditemui di sela-sela kesibukan kuliah (3/11), Fahmi Firdaus beserta dua orang rekannya membeberkan resep tim-nya hingga berhasil menjadi juara I. “Kami berlatih keras bagaimana menyampaikan pendapat secara logis, tentunya berdasarkan teori akuntansi dan materi perkuliahan yang kami terima,” ungkap Rizqi. Ternyata kelihaian mereka bertiga dalam menyampaikan pendapat yang disandarkan pada teori dan fakta mampu merebut hati para dewan juri untuk memberikan nilai tertinggi pada tim mereka.

Pada babak perempat final, tersisa empat tim yakni dari Universitas Jember yang harus melawan tim Ubaya, sementara tim Universitas Kristen Petra Surabaya bertanding dengan tim Universitas Brawijaya. “Ternyata dari penilaian dewan juri, nilai kami dan tim Ubaya menyisihkan nilai tim UK Petra dan Universitas Brawijaya, sehingga kami bertemu lagi dengan tim Ubaya di babak final,” kenang Silvana. Tema yang disodorkan dewan juri di babak perempat final adalah mengenai pertangungjawaban perusahaan untuk konservasi lingkungan. Di babak final, giliran tema mengenai keberadaan industri pertambangan yang disinyalir berkontribusi bagi kerusakan alam yang dibahas oleh finalis.

Uniknya, tim FEB Universitas Jember tidak hanya sekedar piawai melontarkan argumen, namun juga dilengkapi pantung bahkan lagu. “Kami sengaja berimprovisasi menambahkan pantun bahkan lagu sebelum memulai debat, termasuk melontarkan pernyataan dengan Bahasa Inggris. Nah kalau menyampaikan pernyataan dengan Bahasa Inggris itu bagiannya Fahmi, karena dia jago Bahasa Inggris,” kata Rizqi. Selain berlatih secara tatap muka, trio Akuntansi FEB Universitas Jember juga berlatih dengan cara memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi. “Dalam beberapa kesempatan, kami berlatih debat  melalui grup WA, dengan dipantau dan dibimbing langsung oleh dosen kami,” pungkas Silvana. (mun)

Leave us a Comment