Fakultas Kesehatan Masyarakat Bekali Mahasiswa Tingkat Akhir Dengan Kemampuan Komunikasi Efektif

xfkm_2_unej-620×279

Jember, 20 Desember 2016

“Kemampuan berkomunikasi yang baik, adalah salah satu kompentensi yang wajib dimiliki oleh seorang Sarjana Kesehatan Masyarakat,” ujar Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember, Irma Prasetyowati, saat memberikan sambutan dalam pembukaan Pelatihan Komunikasi Advokasi Kesehatan bagi mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember (15-17/12). Menurutnya, kemampuan berkomunikasi yang baik diperlukan mengingat seorang Sarjana Kesehatan Masyarakat harus mampu melakukan promosi kesehatan kepada semua level masyarakat, termasuk melakukan advokasi pada stakeholder dan para pemangku kebijakan kesehatan.

Menurut ketua panitia kegiatan, Husni Abdul Gani, pelatihan ini diperuntukkan bagi mahasiswa FKM yang tengah duduk di tingkat akhir, dengan harapan selepas lulus kuliah mereka sudah siap terjun ke dunia kerja karena telah memiliki bekal. “Materi yang diberikan antara lain Komunikasi Persuasif, Konsep Dasar Advokasi Kesehatan, Pelaksanaan dalam Advokasi Kesehatan, Perencanan & Teknik Advokasi Kesehatan, Pengembangan Media Advokasi Kesehatan, Pemantauan Advokasi Kesehatan serta Penyusunan Materi Advokasi,” ujarnya. Pelatihan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan promosi dan advokasi kesehatan sehingga mampu meningkatkan derajat kehidupan masyarakat.

Pemateri utama adalah Bambang Riadi, pakar Kesehatan Masyarakat dari Human Excellent Performance Institute (HEPI), yang didampingi para dosen FKM Universitas Jember, khususnya para dosen di Bagian Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Para dosen tersebut antara Elfian Zulkarnain, Mury Ririanty, dan Iken Nafikadini. Pada kesempatan kali ini, dilaksanakan penandatanganan kesepakatan kerjasama (MoU) antara Dekan FKM Universitas Jember dengan Human Excellent Performance Institute (HEPI).  Kerjasama antara FKM Universitas Jember dan HEPI merupakan kerjasama di bidang pendidikan, penelitian, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kerjasama ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan kemampuan dosen, mahasiswa dan staf administrasi FKM Universitas Jember.

Pelatihan dilaksanakan dalam dua sesi, sesi klasikal pada hari pertama(15/12), dan sesi praktek atau aplikasi pada hari kedua dan ketiga (16-17/12). Untuk tahap praktek dan aplikasi advokasi kesehatan, para mahasiswa FKM Universitas Jember diberikan kesempatan berdiskusi dengan para pemangku kepentingan di bidang kesehatan di Jember, diantaranya Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB), Tim Penggerak PKK, Persatuan Ahli Gizi (Persagi), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Bappeda, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta Polres Jember. (FKM/Humas)

Leave us a Comment