Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember Siap Hadapi MEA

Jember, 11 Januari 2015

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah resmi diberlakukan mulai tahun 2016 ini. Maka sektor barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja terampil dari negara-negara anggota ASEAN akan mengalir ke Indonesia, begitu pula sebaliknya. Pemberlakukan MEA memunculkan tantangan, begitu pula dengan peluang. Mau tidak mau semua pihak dituntut untuk siap, tidak terkecuali dunia pendidikan tinggi Indonesia. Oleh karena itulah Universitas Jember terus berupaya untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang tinggi. Karena hanya dengan kompetensi yang tinggi, mereka akan mampu bersaing dengan para kompetitor.

Suara optimis disampaikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Jember, drg. Rahardyan Parnaadji, M.Kes., Sp. Pros dalam sesi wawancara di ruang kerjanya (5/1). Dekan yang baru menjabat ini bertekad akan terus menyiapkan para calon dokter gigi yang handal. Tidak hanya handal dalam bidang kesehatan gigi dan rongga mulut, calon lulusan FKG Universitas Jember  juga dibekali dengan kompetensi yang lain. “Seluruh mahasiswa kami sebelum lulus, diwajibkan untuk mengikuti beragan pelatihan, mulai dari pelatihan kepemimpinan, kewirausahaan, dan beragam pelatihan lainnya diluar bidang kesehatan gigi dan rongga mulut,” ujarnya.

Menurut drg. Rahardyan Parnaadji, M.Kes., Sp. Pros untuk bersaing di era bebas seperti saat ini, lulusan FKG Universitas Jember wajib menguasai keilmuan kedokteran gigi, namun juga perlu melengkapi diri dengan keahlian yang lain, yang akan menjadi nilai tambah. “Untuk terjun di dunia kerja tidak cukup hanya dengan menguasai ilmu kedokteran gigi, perlu  kompetensi lainnya yang mendukung profesi sebagai dokter gigi,” tambahnya. Dokter gigi spesialis ronnga mulut, bidang implan, estetik dan rekonstruktif gigi ini menilai kompetensi yang dimiliki oleh para dokter gigi lulusan FKG Universitas Jember sudah cukup bagus dan diatas rata-rata.

Salah satu pelatihan yang rutin diberikan bagi mahasiswa FKG Universitas Jember adalah pelatihan kepemimpinan dan kewirausahaan. “Seorang dokter gigi juga perlu pelatihan kepemimpin karena kami yakin diantara para lulusan nantinya akan ada yang menjadi pimpinan ditempatnya bekerja, atau mungkin ada juga lulusan yang lebih suka berbisnis alat-alat kesehatan maka dari itu kami berikan pelatihan kewirausahaan,” imbuh Dekan yang akrab dipanggil dokter Rahardyan ini.

Selain membekali lulusan dengan berbagai ketrampilan, FKG Universitas Jember juga konsisten mengembangkan kepekaan sosial bagi para lulusannya. Secara periodic, setidaknya empat kali dalam setahun para mahasiswa FKG Universitas Jember menggelar bakti sosial pemeriksaan dan pengobatan gigi gratis, khususnya di daerah pinggiran kota. “Kegiatan sosial kami lakukan secara periodik dan sudah berjalan sejak lama. Sampai saat ini sudah menjangkau 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Jember dan sekitarnya,” pungkasnya.

Leave us a Comment