Islamic Development Bank Dukung Universitas Jember Sebagai Pusat Keunggulan Bioteknologi

IDB-UNEJ

Sabtu, 21 Oktober 2017

Islamic Development Bank (IDB) berkomitmen mendukung Universitas Jember sebagai pusat keunggulan Bioteknologi di Indonesia. Dukungan yang diberikan antara lain memberikan bantuan berupa hard program yang meliputi pembangunan laboratorium beserta fasilitas pendukung, dan  soft program, yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan kualitas dosen, laboran, dan mahasiswa melalui studi lanjut, seminar, pelatihan dan kegiatan akademik lainnya. Informasi ini disampaikan oleh Ziaul Arif, penanggung jawab monitoring dan evaluasi, proyek IDB di Universitas Jember, di sela-sela pelaksanaan kuliah umum bertema Suistainability Integrating Environment, Agriculture and for Food Security. Kuliah umum yang menghadirkan Tofael Ahamed, PhD., dari University of Tsukuba, Jepang, digelar di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Jember (21/10).

IDB-UNEJ

Menurut Ziaul Arif, dukungan IDB mewujudkan Universitas Jember sebagai pusat keunggulan Bioteknologi, sejalan dengan penetapan Universitas Jember oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), sebagai pusat unggulan di bidang Bioteknologi pada tahun 2016 lalu. “Sebagai pusat unggulan di bidang bioteknologi, Universitas Jember fokus pada pemanfaatan bioteknologi di bidang pertanian dan kesehatan. Para peneliti di kampus Tegalboto pun telah menghasilkan berbagai temuan di bidang bioteknologi, seperti tebu tahan kering, pengembangan padi golden rice, obat anti malaria dan lainnya. Oleh karena itu, kehadiran pakar lingkungan dari University of Tsukuba, Tofael Ahamed, yang difasilitasi oleh IDB diharapkan bakal memberikan sumbangan bagi pengembangan Bioteknologi, khususnya bagi kawan-kawan di FTP,” ujar dosen Matematika FMIPA ini. Untuk diketahui, Universitas Jember mendapatkan kucuran dana dari IDB sebesar kurang lebih 600 milyar rupiah.

Sementara itu dalam kuliahnya, Tofael Ahamed mengingatkan, perubahan lingkungan saat ini menuntut integrasi antara usaha pertanian dengan lingkungan, sehingga ketahanan pangan dapat diwujudkan. “Jepang menjadi contoh yang bagus bagi ketahanan pangan. Setiap usaha pertanian selalu dikaitkan dengan kelestarian lingkungan. Setiap aspek perubahan lingkungan dikaji betul, baik perubahan lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas manusia maupun oleh alam,” jelas pakar lingkungan asal Bangladesh ini. Kegiatan kuliah umum dihadiri oleh 55 orang peserta yang kebanyakan adalah mahasiswa S2 dan dosen FTP Universitas Jember.

Sehari sebelumnya (20/10), tim publikasi Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti (SDID) Kemenristekdikti mengunjungi kampus Tegalboto dalam rangka melihat dari dekat perkembangan proyek IDB di Universitas Jember. Selain mendapatkan penjelasan langsung dari Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember, tim juga berkesempatan mengunjungi laboratorium Center for Development of Advanced Technology (CDAST) yang menjadi salah satu motor pengembangan Bioteknologi di kampus Tegalboto. (nis)

Blog Attachment