Dunia Hadapi Empat Problem Besar Kesahatan

Jember, 3 September 2016

Dunia kini menghadapi empat problem besar kesehatan, yaitu munculnya penyakit baru yang diakibatkan oleh virus yang menyebar dengan cepat, ketidaksetaraan kesehatan, perubahan iklim, dan efek dari teknologi yang makin berkembang. Pendapat ini dikemukakan oleh Febi Dwirahmadi, PhD, dosen pada School of Environment, Griffith University, Australia, pada kuliah umum yang disampaikan di hadapan sivitas akademika Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember (3/9). Kuliah umum berjudul “Roles of Public Health Professional” ini diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis FKM yang ke 14 yang digelar  aula kampus setempat.

Febi lantas mencontohkan munculnya kasus penderita penyakit ZIKA di negara tetangga, Singapura, sebagai contoh dari penyakit akibat virus yang menyebar dengan cepat. Menyebarnya penyakit ZIKA tidak lepas dari makin mudahnya mobilisasi di era global seperti saat ini. “Jangan lupa, penyalit seperti SARS, Ebola, dan Flu burung juga masih mengintai,” jelas Febi. Bahkan Febi memaparkan fakta bahwa nyamuk Aedes aegepty, penyebar penyakit demam berdarah juga sudah ditemukan di Australia, satu hal yang tidak pernah ditemukan sebelumnya.

Menurut Febi, masalah kedua adalah ketidaksetaraan kesehatan akibat disparitas kondisi ekonomi, keamanan, sosial  politik, dan budaya. “Kini kita bisa melihat angka harapan hidup di negara maju makin meningkat, tapi di Afrika, banyak bayi yang bahkan tidak mampu melewati usia lima tahun akibat buruknya fasilitas kesehatan dan kondisi negara yang tidak stabil,” katanya. Sementara itu perubahan iklim membawa perubahan di banyak segi kehidupan manusia. “Problem selanjutnya berkaitan dengan kemajuan teknologi yang membuat manusia mengalami less exercise activity. Semuanya serba dilayani mesin hingga aktivitas fisik manusia makin berkurang, yang akhirnya menimbulkan problem kesehatan,” tambah Febi lagi.

Oleh karena itu, Febi meminta sivitas akademika FKM Universitas Jember agar membuka wawasan karena Ilmu Kesehatan Masyarakat selalu terkait dengan kondisi lingkungan sekitar. “Sehat itu artinya luas, mencakup sehat secara fisik, mental dan lingkungan,” kata pakar di bidang pengurangan resik bencana dan perubahan iklim ini. Febi yang sebelumnya menyempatkan diri untuk berdiskusi dengan koleganya di FKM Universitas Jember ini juga memuji pilihan FKM Universitas Jember yang fokus pada kesehatan masyarakat di wilayah agroindustri.

Sementara itu dalam sambutannya, Irma Prasetyowati, Dekan FKM Universitas Jember, menjelaskan bahwa kegiatan kuliah umum dengan mendatangkan pengajar dari Griffith University sebagai salah satu langkah menjalin kerja sama antara FKM dengan School of Environment. “Dalam waktu dekat FKM akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang memungkinkan kegiatan pertukaran  mahasiswa dan dosen, studi lanjut bagi dosen, dan penelitian bersama,” kata Irma. Acara Dies Natalis ke 14 FKM juga dihadiri oleh para pendiri FKM, dan dimeriahkan unjuk kebolehan mahasiswa. (iim)

Leave us a Comment