DPRD Lumajang Dukung Alih Kelola Akademi Keperawatan Lumajang Oleh Universitas Jember

UNEJ-DPRD Lmj

Jember, 8 Mei 2017

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lumajang mendukung rencana alih kelola Akademi Keperawatan (Akper) Lumajang oleh Universitas Jember. Pernyataan ini dilontarkan oleh Agus Wicaksono, Ketua DPRD Lumajang saat acara dengar pendapat antara Panitia Khusus (Pansus) Alih Kelola Akper Lumajang, dengan Universitas Jember di gedung DPRD Lumajang (4/5). Menurut Agus Wicaksono, DPRD Lumajang mendukung rencana alih kelola Akper Lumajang oleh Universitas Jember, termasuk menyetujui proses pengalihan aset-aset Akper Lumajang, baik aset bangunan, keuangan serta sumber daya manusia yang ada.

Menurut Agus Wicaksono, acara dengar pendapat kali ini diselenggarakan untuk mendengarkan paparan Rektor Universitas Jember mengenai arah pengembangan Akper Lumajang setelah nantinya dikelola oleh Universitas Jember. “Setelah mendengar pemaparan Rektor, kami setuju proses alih kelola Akper Lumajang dilanjutkan, karena kami yakin pengembangan Akper Lumajang nantinya makin bagus jika dikelola oleh Universitas Jember,” ujar politisi asal PDI Perjuangan ini. Turut hadir dalam kegiatan dengar pendapat ini antara lain Sekertaris Daerah Lumajang, Kepala Dinas Pendidikan Lumajang, Direktur Akper Lumajang dan pejabat lainnya.

Sebelumnya Moch. Hasan, Rektor Universitas Jember memaparkan arah pengembangan Akper Lumajang setelah nantinya dikelola oleh Universitas Jember. Rencananya Akper Lumajang bakal berubah menjadi Universitas Jember di Lumajang atau Universitas Jember Kampus 3. “Kami berencana mengembangkan Universitas Jember di Lumajang sebagai kampus pendidikan vokasi, khususnya di bidang kesehatan. Jadi nanti selain program studi diploma keperawatan juga bakal ada diploma radiologi, rehabilitasi medik, rekam medik dan lainnya. Bahkan tidak menutup kemungkinan Universitas Jember di Lumajang membuka berbagai program studi diploma tidak hanya di bidang kesehatan sehingga menjadi Fakultas Vokasi Universitas Jember,” jelas Moch. Hasan.

Dalam acara dengar pendapat tersebut, para anggota Pansus juga turut aktif memberikan masukan, seperti yang disampaikan oleh Solikin dari Komisi B. Menurutnya walaupun Akper Lumajang sudah dikelola oleh Universitas Jember, namun tetap perlu memberikan prioritas kepada siswa asal Lumajang. “Salah satu tujuan pendirian Akper Lumajang adalah menampung lulusan sekolah di Lumajang, selain memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan. Oleh karena itu walaupun telah menjadi bagian dari Universitas Jember, kami harapkan tetap memberikan perhatian kepada lulusan sekolah dari Lumajang,” ujarnya. Solikin juga meminta agar Universitas Jember memberikan perhatian terhadap status kepegawaian tenaga pendidik dan kependidikan di Akper Lumajang.

Sementara itu Mashudi, Sekertaris Daerah Kabupaten Lumajang, menjelaskan jika semenjak Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 mengenai Pemerintah Daerah resmi diberlakukan, maka urusan pendidikan tinggi bukan lagi menjadi kewenangan pemerintah daerah namun pemerintah pusat. “Oleh karena itu Akper Lumajang yang selama di bawah Dinas Kesehatan Lumajang akan bergabung dengan Universitas Jember. Proses ini didukung penuh oleh Pemkab Lumajang, bahkan kami telah menyiapkan lahan seluas 10 hektar guna pengembangan kampus Universitas Jember di Lumajang,” tuturnya.

Acara dengar pendapat kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama dengan tim asesor dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang tengah melihat dari dekat keberadaan dan kesiapan kampus Akper Lumajang untuk bergabung dengan Universitas Jember. Harapannya, proses bergabungnya Akper Lumajang akan dapat segera diwujudkan dalam waktu dekat. (iim)

Blog Attachment