Dosen Harus Jadi Problem Solver

Jember, 7 April 2016

Seorang dosen tidak hanya berperan sebagai tenaga pengajar, namun lebih daripada itu dosen harus bisa menjadi problem solver bagi permasalahan akademik maupun nonakademik mahasiswanya. Pendek kata, seorang dosen harus bisa mengambil peran sebagai guru sekaligus orang tua bagi para mahasiswa. Apalagi orang tua mahasiswa telah mengamanahkan anak-anaknya ke kampus Tegalboto. “Tentu tidak mudah untuk menjaga amanah ini, maka Universitas Jember dituntut untuk mencetak mahasiswa menjadi sarjana yang sujana,” ujar Dr. Yuli Witono, S.TP., MP Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Jember saat ditemui di kampus FTP.

Sebagai seorang dekan Yuli Witono selalu menghimbau para kolega dosennya agar dalam mengajar tidak hanya memberikan materi perkulihan semata, tapi juga jeli melihat perkembangan anak didiknya sebagai perwujudan peran guru dan orang tua. “Yang terpenting dosen itu harus mampu menggali dan mengembangkan setiap potensi yang dimiliki oleh mahasiswa, sehingga perannya tidak hanya sebagai pembimbing mata kuliah namun juga tempat konsultasi bagi para mahasiswa bimbingannya,” tambah Yuli.

Menurut pria kelahiran Malang ini, setiap tahun Universitas Jember mendapatkan beragam mahasiswa baik secara kepribadian maupun secara kemampuan. “Ada yang memang datang dengan kemampuan yang bagus, anaknya pintar dan cerdas namun juga pasti ada anak yang mungkin sedang ada masalah yang kemudian nilainya tidak begitu bagus. Maka di situlah tugas seorang dosen sebagai pendidik, bagaimana dia mencetak anak yang tidak biasa saja menjadi anak yang berprestasi,” papar pria pecinta musik ini.

Yuli juga mengatakan, saat ada mahasiswa yang bermasalah dengan proses akademik seorang dosen tidak boleh kemudian hanya menyalahkan mahasiswa yang bersangkutan, “Ya kita harus rajin evaluasi bagaimana cara mengajarnya, sudah baik atau malah justru tidak sesuai dengan harapan anak didik kita, jika ada mahasiswa yang nilainya jelek tugas kita untuk membuat nilainya baik,” imbuhnya.

Menurut pria berkacamata ini, seorang dosen harusnya tidak perlu merasa canggung untuk membangun kedekatan dengan mahasiswa. “Tidak jarang saya datang ke tempat kost mahasiswa bimbingan saya, menelpon untuk sekedar menanyakan perkembangan tugas akhir mahasiswa. Jadi kita harus bisa berperan sebagai orang tua, teman bagi mahasiswa, pendidik sekaligus pengajar. Termasuk mau mendengar setiap persoalan mahasiswa,” pungkasnya. (moon)

Leave us a Comment