Dosen FKG Universitas Jember Dikukuhkan Sebagai Dokter Gigi Spesialis Odontologi Forensik Ke-6 Di Indonesia

Jember, 14 Agustus 2015

Odontologi Forensik di Indonesia mulai banyak didengar sejak tragedi Bom Bali I tahun 2002, dan semakin berkembang sampai kasus yang cukup menghebohkan dunia internasional yaitu jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501 akhir tahun 2014. Padahal ilmu ini telah diajarkan khususnya ke mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi UNEJ sejak tahun 1998.

Banyak persepsi yang menyatakan bahwa forensik hanya berhubungan dengan orang mati, tetapi pada kenyataannya tidak demikian. Kasus KDRT, penentuan usia dan lainnya memerlukan analisis bidang ini, serta diperlukan seorang ahli agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan secara hukum. Untuk itulah IPOFI sekarang IOFI (Ikatan Odontologi Forensik Indonesia) berjuang tanpa henti sehingga akhirnya Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) mengukuhkan 6 orang Spesialis Odontologi Forensik pada tanggal 20 Pebruari 2015. Salah satunya adalah Dr. drg. Masniari Novita, M.Kes., Sp.OF. yang merupakan dosen FKG UNEJ. Brevet Sp.OF. tersebut saat ini diberikan oleh PB PDGI karena masih langkanya ahli tersebut dan belum ada Fakultas di Indonesia yang menyelenggarakan jenjang pendidikan keahlian tersebut.

Perjuangan beliau sebagai pengampu mata kuliah Ilmu Kedokteran Gigi Forensik membuahkan hasil. Beliau tidak hanya aktif sebagai dosen tetapi juga terlibat dalam berbagai kasus bencana seperti banjir bandang Panti Jember, Senopati, imigran di Trenggalek, Musibah Air Asia dan Hercules di Medan. Saat ini beliau adalah Sekretaris Kolegium Kedokteran Gigi Forensik Indonesia yang bertugas mencetak Spesialis odontologi Forensik baru di Indonesia.  (UKM Pers. Caninus). (Mj)

Leave us a Comment