DKK FIB Ajak Seniman Jember Balik Kampus Melalui Local Visual Jember Visual Art Exhibition 2017

DKK_UNEJ-630x330px

Jember, 1 Maret 2017

Ada yang menarik di halaman Gedung Soetardjo, sebuah baliho besar bergambar ikan dalam posisi kepala di bawah terpampang secara menyolok dengan tulisan “Local Visual, Jember Art Exhibition 2017”. Baliho serupa juga terpasang di gerbang Kampus Tegalboto. Tak heran jika beberapa pengendara kendaraan bermotor menyempatkan diri berhenti guna membaca lebih detil isi baliho tadi.  “Itu gambar ikan salmon,” jelas Irvan Muhlish Abdillah, ketua panitia acara pameran seni yang digelar oleh Dewan Kesenian Kampus (DKK), Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember dari 27 Februari hingga 1 Maret 2017 di Gedung Soetardjo. Pameran seni kali ini menampilkan 250 karya lukis dari 150 orang seniman yang berasal dari Jember, dan peserta dari luar kota seperti Malang, Surabaya, Jogjakarta bahkan Padang.

Menurut Irvan, pemilihan icon ikan salmon ada alasan filosofinya. “Ikan Salmon dewasa yang meninggalkan tempat asalnya, akan kembali ke tempat dia dilahirkan untuk bertelur. Nah, begitu juga dengan pameran kali ini, kami mengundang para seniman senior asal Jember yang tersebar di banyak daerah untuk pulang berpameran di Kampus Tegalboto, Universitas Jember,” tuturnya. Usaha DKK mengajak seniman asal Jember untuk berpameran di Kampus Tegalboto berbuah hasil yang manis, bahkan seniman-seniman lainnya turut berpartisipasi. “Harapannya, kehadiran para seniman senior ini bakal menginspirasi para pembelajar seni seperti kami yang masih berproses,” tambah Irvan saat ditemui di sela-sela kegiatan (1/3).

Irvan lantas menjelaskan bahwa inisiatif menggelar pameran kali ini dilandasi keberhasilan DKK Fakultas Ilmu Budaya menyelenggarakan pameran tunggal yang diadakan beberapa saat lalu. “Kami bersyukur undangan yang kami kirimkan kepada para seniman untuk berpartisipasi dalam acara kali ini, mendapatkan respon positif, bahkan pesertanya mencapai 150 orang,” katanya. Pameran lukisan bersama yang mengusung tema “Diri Sendiri” ini diikuti oleh para seniman senior Jember seperti I Ketut Sugama atau yang lebih akrab dipanggil Pak Ketut, Wibisono, Suroso serta Imam. “Setiap karya yang dipamerkan merupakan bentuk kebebasan dari diri pengkarya, baik ide maupun gagasannya. Jadi panitia tidak membatasi ide dan gagasan dari masing-masing pengkarya,” ujar Irvan lagi.

Local Visual memamerkan berbagai lukisan dari bermacam jenis, dari aliran realis hingga lukisan yang abstrak. Irvan mewakili DKK Fakultas Ilmu Budaya lantas berharap agar kegiatan seni seperti gelaran Local Visual dapat diselenggarakan secara rutin. “Kami berharap ada dukungan dari Universitas Jember, mengingat pameran ini merupakan langkah awal untuk memotivasi anggota DKK agar lebih giat berproses,”  pungkasnya. (niz/lid)

Leave us a Comment