Ditjen Pajak Gaet Fresh Graduate Sebagai Wajib Pajak

Jember, 20 Juli 2016

Masih minimnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak membuat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak berusaha memperluas cakupan pembayar pajak. Salah satu kelompok potensial yang disasar adalah lulusan perguruan tinggi yang bakal memasuki dunia kerja (fresh graduate). Seperti yang ditempuh oleh Ditjen Pajak Kanwil III Jawa Timur, bekerjasama dengan Kelompok Studi Mahasiswa Perpajakan (KSMP) Tax Center Universitas Jember, menggelar kegiatan Tax Education Center for Fresh Graduate di gedung Mas Soerachman kampus Tegalboto (20/7).

Seminar dengan tema “Ketentuan Umum Perpajakan dan Pelatihan Kewajiban Perpajakan” tersebut dihadiri oleh 96 fresh graduate lintas fakultas Universitas Jember. Acara  dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Jember. Dalam sambutannya, Rektor mengharapkan agar para lulusan kampus Tegalboto mendapatkan wawasan dan pemahaman sejak dini tentang pentingnya kesadaran membayar pajak. “Melihat masih banyak masyarakat di Indonesia yang belum sadar akan kewajiban membayar pajak, saya berharap dengan adanya seminar ini akan bias membangkitkan kesadaran sejak dini kepada para peserta tentang pentingnya membayar pajak,” jelas Moh. Hasan.

Sementara itu dalam sambutannya, Hermanto Rohman, selaku ketua pengelola Tax Center Universitas Jember mengharapkan bahwa kegiatan Tax Education dapat dilakukan secara berkala sebelum mahasiswa diwisuda. Harapannya lulusan Universitas Jember nanti akan mengerti dan sadar apa kewajiban yang harus mereka penuhi kepada negara. “Ini merupakan kali pertama kami melakukan seminar perpajakan dengan peserta fresh graduate, harapan kami nantinya setiap lulusan Universitas Jember sadar dan mengerti kewajiban apa saja yang harus dipenuhi kepada negara,” tutur Hermanto.

Tampil sebagai pemateri adalah Kepala Seksi Humas Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) JawaTimur III, Nur Falaq Rachmaningtyas. Dalam penjelasannya, Rachmaningtyas mengupas dasar dan posisi pengtingnya pajak. Menurutnya pajak merupakan kontribusi wajib bagi wajib pajak atau badan kepada negara, yang bersifat memaksa berdasar pada undang-undang tanpa mendapat imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan Negara bagi kemakmuran rakyat.

“Sebanyak 86,2 persen dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diperoleh dari Pajak dan Bea Cukai. Dana ini yang digunakan unutk pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain. Karena itu, kesadaran wajib pajak masyarakat Indonesia sangatlah penting ditanamkan sejak dini demi Indonesia yang lebih maju dan berkembang,” ujarnya. Sesi kedua dilanjutkan dengan pemateri, yaitu Arif Susanto yang menjelaskan bagaimana prosedur melakukan pendaftaran pajak, syarat-syarat pendaftaran pajak, sistem pembayaran pajak secara elektronik dan bagaimana cara membuat e-billing.  Para fresh graduate yang hadir terlihat antusias, dibuktikan dengan banyaknya peserta yang bertanya kepada kedua pemateri pada saat sesi diskusi dibuka. (lid/iim)

Leave us a Comment