Bupati Bondowoso: Terimakasih Universitas Jember

rilis_desa_UNEJ-768×511

Bondowoso, 26 Oktober 2018

Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin berterima kasih kepada Universitas Jember. Program pendampingan kepada desa-desa di Bondowoso yang dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jember sudah memberikan dampak yang luar biasa dalam membangun kemajuan Bondowoso.

“Saya sangat bersyukur karena dari yang semula hanya 10 desa dijadikan percontohan, kini lebih dari 100 desa di wilayah Bondowoso sudah melek teknologi informasi. Ini semua adalah hasil kerja keras dari Universitas Jember bersama aparatur desa dalam mengembangan layanan berbasis teknologi,” ujar Salwa saat menghadiri acara Sekolah Desa 4.0 yang diikuti lebih dari100 Kepala Desa Kabupaten Bondowoso di aula Universitas Jember Kampus Bondowoso, (25/10).

Menurut Salwa Sekolah Desa yang digelar selama dua hari (25-26/10) merupakan bentuk pendampingan yang dilakukan oleh Universitas Jember dalam bidang layanan desa berbasis teknologi informasi. Hal ini merupakan langkah yang tepat. Karena menurut Salwa hal tersebut sejalan dengan program pemerintah yang telah menetapkan desa sebagai pusat-pusat pertumbuhan.

“Sehingga dengan adanya pendampingan dan Sekolah Desa 4.0 ini diharapkan apa yang menjadi kendala di Desa bisa cepat ditangani dengan baik. Produk unggulan desa juga bisa semakin dikenal oleh masyarakat luas,” lanjut Salwa.

Salwa mengatakan, selama ini para aparatur desa banyak yang terjebak dalam pekerjaan rutinitas. Sehingga menurutnya, mereka cenderung lamban dalam merespon adanya perubahan yang terjadi di dunia luar.

“Oleh karena itu mereka sangat membutuhkan keberadaan pendamping desa seperti halnya mahasiswa KKN untuk membantu menjawab perubahan yang terjadi. Keberadaan pendamping desa tersebut akan membantu dalam peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) para aparat desa,” imbuh Salwa.

Sementara itu Rektor Universitas Jember Moh. Hasan mengatakan, selama ini Universitas Jember tengah serius dalam program Univesitas Jember Membangun Desa. Salah satunya yang menjadi target binaan adalah desa-desa yang ada di Kabupaten Bondowoso.

“Alhamdulillah rupanya para aparatur desa di Bondowoso mampu melakukan percepatan dalam pengelolaan website desa. Website yang dikelola para aparatur desa ini rupanya sangat dinamis. Sering kali saya melihat dan membaca tulisan dari beberapa desa yang ada di Bondowoso,” ujar Hasan

Hasan berharap, adanya sekolah desa yang merupakan kerjasama antara Pemerintah Daerah Bondowoso dengan Universitas Jember ini dapat membantu dan memberikan inovasi baru kepada aparatur desa dalam tata kelola desa.

“Dalam sekolah desa 4.0 dengan tema Innovation Leadership ini diharapkan para Kepala Desa mendapatkan arahan dan bimbingan untuk mewujudkan desa yang melek teknologi, dan merubah Kabupaten Bondowoso menjadi daerah yang lebih maju,” pungkas Hasan.

Agung selaku Asisten 1 Kabuptaten Bondowoso mengatakan, saat ini terdapat banyak contoh permasalahan yang ada di Desa Bondowoso dan bisa dikolaborasikan dengan Universitas Jember dalam upaya penyelesaiannya.

“Seperti halnya persoalan air bersih, kurang gizi, pemasaran produk unggulan ataupun persoalan lainnya dapat dibuatkan proposal untuk kemudian diajukan pada LP2M Universitas Jember untuk dicarikan solusi bersama,” ujar Agung

Selama ini LP2M memang tengah serius dalam membantu mewujudkan proposal yang diajukan oleh masing-masing desa di Bondowoso yang bertujuan untuk mengembangkan potensi yang ada di desa tersebut.

“Pengalaman teman-teman yang ada di Desa, selama  LP2M selalu merespon proposal yang diajukan dengan mendatangi desa untuk melihat keadan desa tersebut. Kemudian bersama desa membuat tim dan tim mulai melakukan program pemberdayaan,” lanjut Agung.

Hermanto koordinator pusat pemberdayaan masyarakat LP2M Univeritas Jember mengatakan, adanya kerjasama dan sekolah desa dapat mendorong perubahan yang inovatif. “Untuk mewujudkan desa yang inovatif membutuhkan inovasi dan kepemimpinan yang inovatif. Sehingga perlu diperhatikannya ekonomi dan budaya, tata dan pemanfaatan lingkungan, pemberdayaan sosial, dan tata kelola pemerintah yang berbasis teknologi,”ujar Hermanto. (An, Ma, Ri/moen)