BPM Universitas Jember Gelar Pelatihan Manajemen Resiko

Jember, 8 Mei 2015

Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Jember gelar pelatihan menajemen resiko dan pengendalian internal, (7/5). Dalam acara yang digelar di aula lantai III kantor pusat Universitas Jember ini diikuti oleh seluruh pimpinan tingkat fakultas, Unit Pelayanan Teknis (UPT), lembaga dan Kepala Biro. Dalam acara yang degelar sejak tanggal 7 sampai 9 Mei ini menghadirkan Dr. R. Bramantyo, S.E., M.M dari Education and Training Centre BPK RI.

Dalam pembukaannya Drs. Moh. Hasan, MSc Ph.D rektor Universitas Jember menyampaikan, pelatihan manajemen resiko menjadi suatu hal yang penting bagi sebuah lembaga. Menurutnya, hal ini bertujuan untuk mengatasi kemungkinan-kemungkinan resiko yang akan terjadi dalam sebuah perencanaan.

“Ini memang menjadi agenda rutin yang terus dilakukan, kami yakin dalam melaksanakan perencanaan bapak dan ibu pasti mempertimbangkan tingkat resikonya dan kegiatan ini untuk mengupgrate informasi bapak dan ibu terkait perencanaan berbasis menajemen resiko,” ujar Drs. Moh. Hasan, MSc Ph.D.

Hasan menjelaskan, selama ini Universitas Jember dalam melakukan setiap perencanaan selalu memperhatikan resiko yang kemungkinan terjadi. “Salah satnya telah kami terapkan di Sister, jadi setiap mahasiswa yang hendak cuti kuliah harus sepengetahuan dari dosen pembimbing dan orang tua atau wali,” imbuh Hasan.

Sementara itu Dr. R. Bramantyo, S.E., M.M dalam pemaparan materinya menyampaikan, dalam membuat perencanaan lembaga tidak bisa hanya sukses namun membuat perencanaan. Namun menurutnya lembaga juga harus mampu mencari, menemukan dan memetakan kemungkinan resiko yang akan terjadi. “Baru setelah itu mencari alternatif-alternatif pengurangan dan pengendalian resikonya,” ujarnya.

Menurut pria yang akrab disapa Bram ini, manajemen resiko sebenarnya sangat berkaitan erat dengan pengendalian internal. “Keduanya itu saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan, tidak mungkin kita melakukan pengendalian internal kelembagaan tanpa kita lakukan perencanaan yang berbasis manajemen resiko,” ujar Bram. (Mj)

Leave us a Comment