Biscuit Dari Daun Kelor, Jadi Perhatian Di Gelar Produk Fakultas Teknologi Pertanian

Jember, 17 Mei 2016

ftp_gelar_produk_unejSiapa yang sangka bahwa daun kelor yang biasa dikenal sebagai “pengusir setan” di kalangan masyarakat jaman dahulu bisa disulap menjadi sebuah tepung yang nantinya bisa dimanfaatkan menjadi produk olahan makanan yang sehat dan bergizi. Hal tersebut dibuktikan oleh Shofi Maratul Husna, salah satu mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian UNEJ. Shofi bersama ketiga temannya berhasil menciptakan sebuah produk berupa stick biskuit yang terbuat dari tepung daun kelor. Produk yang diberi nama Moracky (Moringa Oleifera Stick Yummy) tersebut dipamerkan pada acara Gelar Produk FTP 2016 yang berlangsung pada Selasa (17/5) di pelataran FTP UNEJ.

Menurut Shofi, alasan utama digunakannya daun kelor sebagai bahan baku mentah tersebut adalah masih sedikitnya produk olahan makanan yang memanfaatkan daun kelor. “Kami menggunakan daun kelor sebagai bahan baku dari produk kami karena kami melihat bahwa daun kelor ini masih sangat sedikit sekali dimanfaatkan dan diolah menjadi produk makanan jadi. Padahal, serbuk daun kelor itu sendiri memiliki kandungan vitamin dan nutrisi lainnya yang sangat bagus bagi kesehatan tubuh. Selain itu, kelor sendiri mengandung lebih dari empat puluh anti oksidan dan juga biasa digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mencegah lebih dari 300 penyakit.” jelas mahasiswa angkatan 2013 tersebut.

Moracky yang terbuat dari kombinasi antara tepung terigu dan tepung daun kelor ini diharapkan mampu memberikan terobosan baru yang dapat bermanfaat dalam dunia kuliner yang lezat dan menyehatkan. Shofi juga menambahkan bahwa proses pembuatan dari tepung daun kelor ini sendiri tidaklah sulit. Shofi bersama tim mengawali pembuatan tepung daun kelor dengan cara memisahkan daun kelor yang sudah dicuci dari batangnya. Daun kelor yang sudah dipilih tersebut kemudian dikeringkan pada suhu 35-40oC selama tiga hari dan tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung karena akan merusak nutrisi yang terdapat dalam daun kelor itu sendiri. Setelah itu barulah di oven dan dilakukan pengolahan pembuatan biscuit Moracky. Campuran dari tepung kelor yang sudah jadi digunakan sebanyak 5% kedalam adonan biskuit stik berbalut coklat tersebut.

Dekan FTP Universitas Jember yaitu Dr. Yuli Witono, S.TP, MP., mengatakan bahwa Gelar Produk ini diadakan sebagai implementasi dari beberapa mata kuliah yang sudah diajarkan seperti mata kuliah Pengembangan Produk dan Kewirausahaan, dan juga sebagai media bagi mahasiswa THP untuk menjadi lulusan yang kompeten dalam bidangnya. Yuli juga menyampaikan bahwa pihak fakultas sendiri memberikan support berupa pemberian modal dan pemberian porsi kurikulum yang besar bagi mata kuliah Pengembangan Produk.

Gelar Produk 2016 kali ini memamerkan sebanyak 26 produk yang telah berhasil diciptakan oleh 92 mahasiswa THP UNEJ. Selain Moracky, mahasiswa FTP juga menampilkan produk kreatif seperti nugget dari kacang merah, gelas wadah minuman yang bisa dimakan, getuk mini dengan topping bervariasi dan lain-lain. Selain itu, acara tersebut mendatangkan juri handal yang berasal dari Akademi Kuliner & Patisseri, Ottimmo International, Surabaya, dan nantinya akan dipilih tiga produk terbaik sebagai pemenangnya.

1 Comment

  • Forum Indonesia
    Reply

    Terima Kasih atas informasi nya..

    Salam Dari ,

Leave us a Comment