Bikin Beton Dari Abu Sekam Padi dan Ampas Tebu, Arek-Arek Kampus Tegalboto Bawa Pulang Juara Pertama

Jember, 4 April 2016

Siapa sangka jika abu sekam padi dan ampas tebu bisa jadi bahan material pembangun gedung, pembuatan drainase jalan raya, bahkan untuk konstruksi pembangunan jalan tol ? Di tangan Iqbal Maulana, Amalia Mufida, Pambudi Wijaya Subagiyo, dan Muhammad Rizqi, bahan yang lebih sering dibuang ini disulap menjadi bahan campuran pembuat beton berkualitas. Kreativitas arek-arek Tegalboto dari jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Jember ini berhasil menyabet juara pertama kategori beton, dalam Concrete Competition D’VILLAGE 6th Edition, yang diselenggarakan oleh Diploma Teknik Sipil ITS Surabaya (25 – 28/3) di kampus Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya.

“Ide awalnya bermula dari fakta bahwa Jember adalah salah satu produsen padi terbesar di Jawa Timur, sekaligus penghasil tebu ketiga di Jawa Timur.  Kami melihat banyak material sekam padi dan ampas tebu yang dihasilkan. Maka kami pun berusaha untuk memanfaatkan limbah material lokal yang melimpah tersebut agar menjadi bahan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,” jelas  Iqbal Maulana saat ditemui di sela-sela kegiatan perkuliahan (4/4). Iqbal dipercaya memimpin tiga rekannya dalam kelompok yang dinamakan Adi Logawa. Dan inovasi yang ditampilkan Iqbal dan kawan-kawan adalah beton dengan bahan dasar abu sekam padi dan ampas tebu.

Masih menurut Iqbal, dari penelitian yang mereka lakukan, kedua limbah tadi ternyata memiliki kandungan silika. “Materi silika ini yang memberikan dampak pada kenaikan kuat tekan beton dan membuat pengerjaan beton itu sendiri lebih mudah,” tutur mahasiswa angkatan tahun 2014 ini. Untuk menghasilkan beton berkualitas, Iqbal dan kawan-kawan terlebih dahulu melakukan persiapan yang matang, mulai dari menentukan komposisi bahan yang tepat, melengkapi diri dengan berbagai literatur yang mendukung, dilanjutkan dengan survey untuk bahan. Kemudian langkah terakhir adalah melakukan uji coba proses terhadap kedua material tersebut.

Pada babak final, tim andalan jurusan Teknik Sipil Universitas Jember berhasil mengalahkan dua pesaing beratnya, yaitu wakil dari Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Diponegoro Semarang. “Alhamdulillah, dewan juri memberikan penilaian yang tinggi atas inovasi beton dari abu sekam padi dan ampas tebu yang kami gagas,” kata Amalia Mufida, satu-satunya anggota perempuan dalam Adi Logawa. Selain tertarik dengan ide beton kreasi arek-arek kampus Tegalboto, dewan juri menilai inovasi beton buatan mereka tepat dengan standar penilaian juri, yaitu memiliki ketepatan kuat tekan sebesar 27 MPa. Apalagi inovasi beton buatan mereka juga ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah material lokal dan bernilai ekonomis. “Inovasi beton buatan kami ini bisa menghemat sekitar dua puluh enam ribu rupiah per meter perseginya, atau setara dengan menghemat penggunaan semen hingga tujuh persen,” tambah Amalia.

Sementara itu, Pambudi Wijaya, salah seorang anggota kelompok menambahkan bahwa inovasi beton yang telah mereka buat bisa diaplikasikan langsung untuk bahan konstruksi pembangunan. Misalnya saja untuk pembuatan ruko tiga hingga empat lantai, pembuatan gorong-gorong, drainase jalan raya dan bisa digunakan untuk konstruksi pembangunan jalan tol.  Pada kesempatan yang sama, Pembantu Dekan III Fakultas Teknik, Sumardi, S.T., M.T, menyampaikan rasa bangganya terhadap prestasi yang telah diraih oleh ke empat mahasiswanya. Sumardi berharap agar pencapaian tim Adi Logawa akan diikuti oleh mahasiswa Fakultas Teknik lainnya. “Kami berharap akan lebih banyak lagi ide, inovasi, dan penelitian kreatif yang dihasilkan oleh mahasiswa, terutama yang dapat membantu masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sumardi. (lida/iim)

Leave us a Comment