Berkah Dibalik Wisuda

berkah_wisuda_UNEJ-630x330px

Jember, 13 Maret 2017

Acara wisuda lulusan program Pascasarjana, program Sarjana dan program Diploma Universitas Jember yang digelar di Gedung Soetardjo pada Sabtu (11/3) tidak hanya membuat para wisudawan bergembira. Para pedagang pun ikut kebagian momen berbahagia tersebut. Mulai dari penjual makanan, studio foto dan pernak-pernik wisuda pun terlihat sibuk menjajakan dagangan masing-masing.

Seperti halnya Diah Ayu Nofi, mahasiswi jurusan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember ini terlihat begitu sibuk merangkai bunga yang dia jual. Bersama dengan tiga orang temannya dia merangkai satu-persatu bunga hingga menjadi lebih indah.

“Alhamdululillah setiap ada wisuda kami selalu jualan bunga. Biasanya para pembeli kebanyakan dari teman-teman kampus yang sudah pesan jauh-jauh hari sebelum acara wisudanya berlangsung,” tutur Ayu.

Menurut Ayu, walaupun di Jember belum ada bahan baku yang bagus tidak menyurutkan niatnya untuk berjualan bunga yang indah. Melalui media online tidak sulit baginya untuk mendapatkan bunga-bunga segar dan indah untuk dirangkai.

“Biasanya kami pesan bahan baku dari Kota Batu. Agar hemat kami menggunakan jasa travel atau Bus untuk proses pengiriman ke Jember,” tuturanya.

Ayu mengatakan, dengan modal antara 500 hingga 600 ribu dirinya bisa mendapatkan keuntungan bersih hingga 200 ribu untuk setiap proses wisuda.

“Alhamdulillah modal kami iuran bersama dan biasanya setelah selesai jualab masing-masing dari kami mendapatkan keuntungan bersih hinga 200 ribu, lumayan buat tambahan biaya bulanan,” pungkasnya sembari melayani pembeli.

Sementara itu Ilham Maulana yang membuka stan foto juga mendapat banyak pesanan foto. Untuk sekali foto dia memasang tarif tari 25 ribu dengan sistem paket.

“Biasanya kami 5 kali foto tarifnya hanya 100 ribu saja jadi empat pose bonus satu kali. Jika nambah untuk satu pose kami pasang tarif 25 ribu,” ujarnya.

Ilham mengaku, dalam setiap periode dirinya yang dibantu oleh dua orang rekannya bisa mendapatkan penghasilan hingga 250 ribu.

“Biasanya kami mendapatkan keuntungan rata-rata 200 ribu. Dulu pernah juga dapat 250 ribu waktu masih belum diterapkan sistem kuota dalam wisuda,” ujarnya.

Leave us a Comment