Balon Dies Natalis ke 53 Universitas Jember, Terbang Hingga Probolinggo

PenemuBalonDies_UNEJ

Jember, 14 November 2017

Sebagai tradisi, setiap kali upacara bendera dalam rangka Dies Natalis diadakan, selalu ada balon yang dilepas ke angkasa yang membawa spanduk kecil berhadiah. Bagi yang menemukan spanduk kecil dan mengembalikan ke kampus Tegalboto bakal mendapatkan hadiah berupa uang. Begitu pula kala upacara bendera dalam rangka Dies Natalis ke 53 Universitas Jember dilaksanakan, Jumat lalu (10/11). Ternyata salah satu balon yang dilepas terbang hingga ke Probolinggo, tepatnya di Dusun Barat, Desa Krucil, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.

 “Jumat sore lalu itu saya sedang mencari rumput di persawahan dekat rumah, tiba-tiba saya melihat ada sekumpulan balon yang terbang rendah, beberapa Ibu-Ibu juga berteriak-teriak bilang ada balon. Kemudian saya ikuti hingga nyangkut di pepohon sengon. Kebetulan hanya saya saja yang laki-laki hingga bisa memanjat pohon yang cukup tinggi, mungkin sudah rejekinya saya yah dapat hadiah,” tutur Asmadi, warga Dusun Barat, Desa Krucil, sang penemu balon berhadiah saat diwawancarai di ruang Bagian Humas Universitas Jember (13/11).

Laki-laki yang sehari-harinya berprofesi sebagai petani ini menjelaskan, sebenarnya setelah menemukan spanduk kecil bertuliskan berhadiah yang tergantung di balon, dirinya memutuskan segera berangkat ke Jember di hari Sabtu dengan naik motor. Sebelumnya untuk meyakinkan diri, Asmadi bertanya kepada tetangganya yang kebetulan memiliki anak yang kuliah di Universitas Jember. “Saya sempat ragu-ragu, jangan-jangan spanduk ini hanya penipuan saja,” jelas bapak tiga anak ini.

Butuh waktu hampir lima jam bagi Asmadi untuk tiba di Jember. Dari desanya saja yang ada di lereng Gunung Argapura menuju pusat kota Probolinggo butuh waktu sekitar sejam lebih. Maklum Kecamatan Krucil adalah wilayah terluar di bagian sisi tenggara Kabupaten Probolinggo. Kemudian masih diteruskan dari Probolinggo ke Jember. “Jujur, ini kali pertama kali saya ke kampus Tegalboto. Sesampainya di alun-alun, saya bertanya ke pengguna jalan dimana letak Universitas Jember ? Tiba di kampus Tegalboto ternyata kondisinya sepi, saya baru tahu jika hari Sabtu dan Minggu libur. Atas saran anggota Satpam, saya diminta kembali hari Senin, untung saya punya kawan di Jember jadi bisa menginap,” ujar Asmadi menceritakan perjuangannya untuk sampai di kampus Tegalboto.

Kerja keras Asmadi tak sia-sia, sebagai imbalan mengembalikan spanduk kecil Dies Natalis ke 53 Universitas Jember, uang satu juta rupiah diterimanya. “Alhamdulillah, uang ini bakal saya pakai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” kata Asmadi sambil tersenyum setelah menerima hadiah uang dari Achmad Yani, Kepala Bagian Keuangan Universitas Jember. Selamat buat Asmadi, semoga balon Dies Natalis ke 53 Universitas Jember yang terbang hingga Probolinggo menjadi penanda kampus Tegalboto bakal memberikan manfaat yang lebih besar bagi semua wilayah kota yang ada di Besuki Raya yang meliputi Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Lumajang, Probolinggo dan Kota Probolinggo. (iim)