Bakti Eka Haryadi : Hindari 4 M Agar Move On

Wisuda_UNEJ

Jember, 6 November 2017

Setiap kali wisuda dilaksanakan di kampus Tegalboto, Universitas Jember selalu menampilkan alumnus berprestasi guna memberikan motivasi dan berbagi pengalaman. Seperti juga yang dilaksanakan pada upacara wisuda periode III tahun akademik 2017/2018 hari Sabtu (4/11) lalu. Kali ini tampil Bakti Eka Haryadi, Kepala Cabang Bank Mandiri Lamongan yang merupakan alumnus Program Studi Teknologi Hasil Pertanian tahun 1991, yang kala itu masih di bawah Fakultas Pertanian. Di hadapan 900 wisudawan beserta keluarganya masing-masing yang memenuhi gedung Soetardjo, Bakti Eka Haryadi berpesan agar wisudawan segera move on, dari status mahasiswa menjadi seorang yang siap mengarungi kerasnya kompetisi.

“Dari pengalaman, saya hindari 4 M agar segera move on. Yakni minder, malas, mati akal dan menunggu. Jangan pernah minder karena sebagai lulusan Universitas Jember kita sudah dibekali ilmu sesuai dengan bidang masing-masing, serta berbagai ketrampilan sehingga mampu bersaing dengan kompetitor lainnya. Ingat, jika ingin meraih cita-cita jangan malas, mati akal alias tidak kreatif dan hanya menunggu saja. Harus aktif mencari informasi dan peluang,” jelas Eka Bakti Haryadi yang lulus dari kampus Tegalboto pada tahun 1996 lalu.

Bakti Eka Haryadi lantas menambahkan agar lulusan Universitas Jember pantang menyerah dan memiliki goal setting dalam meniti karier. “Awalnya saya mencoba melamar pekerjaan di perusahaan-perusahaan berbasis pertanian atau perusahaan makanan sesuai dengan latar belakang pendidikan saya, tapi tidak ada yang tembus. Tapi saya tidak putus asa, ketika ada lowongan di bank, maka saya putuskan ikut dan alhamdulillah diterima. Mungkin ada yang bertanya apa lulusan pertanian bisa bekerja di perbankan ? Tapi dengan belajar dan belajar saya bisa membuktikan mampu berprestasi hingga menduduki jabatan seperti hari ini,” tutur Bakti Eka Haryadi.

Sembari berbagi pengalaman kepada para adik kelasnya, Bakti Eka Haryadi mengingat-ingat masa kuliahnya dulu. Pria yang semasa kuliah aktif di kegiatan olahraga basket ini mengaku memiliki ingatan manis dengan gedung Soetardjo. “Dulu saya pernah unjuk kebolehan menyanyi di hadapan kawan-kawan saat kegiatan inagurasi menyambut mahasiswa baru,” ujarnya sambil tersenyum. “Dan yang pasti saya kagum dengan perkembangan kampus Tegalboto yang pesat,”  imbuhnya lagi. (iim)