Apoteker Tidak Boleh Gagap Teknologi

sumpah-apoteker_2-768×512

Jember, 26 Maret 2019

Revolusi industri 4.0 telah merubah berbagai pola perilaku masyarakat dalam memanfaatkan teknologi untuk mendapatkan beragam kemudahan. Penggunaan platform digital saat ini pun telah merambah pada pemenuhan dalam layanan kesehatan. Perkembangan teknologi dan internet telah mempengaruhi interaksi pasien dengan petugas kesehatan.

“Oleh karena itu para petugas kesehatan termasuk para apoteker harus memahami betul karakteristik masyarakat yang akan dilayani. Jangan sampai kalian semua gagap dalam memberikan layanan kefarmasian yang berbasis digital,” ujar Moh. Hasan Rektor Uversitas Jember saat memberikan sambutan dalam acara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Jember di Gedung Soetardjo, (26/3).

Dihadapan 59 Apoteker baru ini Hasan mengingatkan agar mereka senantiasa mengasah dan mengembangkan kemampuan digital khususnya yang terkait dengan layanan kefarmasian. Karena menurut Hasan, dalam era internet ini bisa jadi layanan Farmasi hanya cukup dilakukan dengan menggunakan smart phone saja.

“Kalian belajarnya jangan hanya sampai disini saja. Kembangkan terus kemampuan dalam hal literasi teknologi khususnya yang terkait dengan bidang pekerjaan anda. Misalnya dalam hal meracik obat, informasi terbaru terkait aturan apoteker ataupun informasi lain yang dapat menunjang karier anda dimasa yang akan datang,” imbuh Hasan.

Hasan berpesan agar para apoteker baru tidak perlu risau terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan. Karena menurutnya saat ini peluang kerja bagi para Apoteker di Indonesia masih sangat terbuka lebar.

“Lebih dari 400 Apoteker lulusan Universitas Jember yang telah diambil sumpahnya kini sudah terserap dalam dunia kerja. Bahkan ada beberapa diantara mereka yang justeru membuka usaha farmasi (apotek) sendiri,” pungkas Hasan.

Senada dengan Hasan, Lestyo Wulandari, S.Si., Apt., M.Farm Dekan Fakultas Farmasi juga mengingatkan agar para Apoteker baru dapat segera berkontribusi dalam bidang layanan kesehatan dengan baik. Lestyo juga meminta agar para Apoteker baru juga bisa terus meningkatkan layanan farmasi yang dilakukan demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Berikan layanan yang terbaik kepada masyarakat dan ikuti terus perkembangan keilmuan bidang kefarmasian agar bisa terus bersaing. Kalian juga harus terus menjalin silaturahmi antar teman sejawat untuk saling bertukar informasi terbaru dan jangan lupa jaga nama baik almamater,” pesan Lestyo.