Animo Pendaftar PSTF Fakultas Sastra Universitas Jember Naik Tajam

Jember, 12 Januari 2016 Perkembangan dunia penyiaran di Indonesia yang makin marak, membuat banyak siswa yang ingin terjun di bidang broadcasting dan perfilman. Hal ini ditunjukkan dengan makin besarnya animo siswa untuk memperdalam keilmuan di bidang televisi dan film. Kondisi ini dirasakan pula oleh Program Studi Televisi dan Film (PSTF), Fakultas Sastra Universitas Jember. Menurut Dekan Fakultas Sastra, Dr. Hairus Salikin, M.Ed, walaupun baru berdiri lima tahun lalu, namun jumlah animo siswa yang mendaftar ke PSTF Universitas Jember meningkat tiap tahunnya. “Setiap tahunnya, animo pendaftar ke PSTF selalu naik. Bahkan pada tahun 2015 lalu, berdasarkan tingkat kompetitifnya, keketatan PSTF sudah bersaing dengan program studi kedokteran umum. Hal ini patut disyukuri mengingat PSTF tergolong program studi baru ,” ujar Dr. Hairus Salihin, M.Ed. Sebagai informasi, program studi kedokteran umum adalah salah program studi yang setiap tahunnya paling diminati di Universitas Jember. Animo pendaftar yang makin meningkat ini ditunjukkan juga dengan makin banyaknya siswa yang datang bertanya langsung ke PSTF. “Terutama mereka yang bersekolah di SMK yang memiliki jurusan multi media dan broadcasting,” tambah Dr. Hairus Salikin, M.Ed. Sementara itu dari data yang ada di Bagian Akademik Universitas Jember, peminat PSTF Fakultas Sastra tiga tahun terakhir memang selalu menunjukkan kecenderungan selalu naik. Pada tahun 2013, tercatat 1512 siswa memilih PSTF, sedangkan pada tahun 2014 meningkat menjadi 1749 orang. Tahun 2015 lalu, pendaftar ke PSTF melonjak menjadi 1944 orang, padahal setiap tahunnya PSTF hanya menerima 80-an mahasiswa baru. Mengantisipasi makin besarnya animo siswa untuk memilih kuliah di PSTF, Dr. Hairus Salikin. M.Ed menjelaskan bahwa pihaknya terus berbenah. Pembenahan dilakukan pada penyediaan sarana dan prasarana, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas pengajar. “Kami telah membangun studio beserta peralatan praktek senilai 25 milyar rupiah. Selain itu peningkatan kualitas pengajar juga menjadi perhatian, caranya dengan mengirim pengajar PSTF untuk studi lanjut,” jelas Dekan Fakultas Sastra. Selain itu sebagai program studi yang relatif baru, PSTF terus mencari kekhasan agar mampu berkiprah di dunia televisi dan film Indonesia. Hal ini diungkapkan Fajar Adjie, S.Sn., M.Sn salah seorang pengajar PSTF. Salah satu kekhasan yang coba digali adalah berdasarkan letak geografis Jember yang terletak di daerah pertanian dan perkebunan, lengkap dengan budaya masyarakatnya. “Kami arahkan mahasiswa berani menggali sisi pertanian dan perkebunan, serta budaya Pandhalungan yang menjadi ciri Jember Hal ini sudah diwujudkan dengan karya-karya yang mengangkat masalah pertanian dan perkebunan dalam tugas-tugas mahasiswa,” kata Fajar. (iim).

2 Comments

  • Intan
    Reply

    untuk jurusak Teknologi Informasi dan Komunikasi apakah sudah ada di Universitas Negri Jember?

    • Dian Novanto
      Reply

      Di Universitas Jember ada Prodi Sistem Informasi

Leave us a Comment