Alur Birokrasi Terlalu Panjang Penertiban Prostitusi Liar Terhambat

Jember, 1 Juli 2014

Razia penertiban prostitusi liar sering kali bocor dikarenakan alur birokrasi dalam upaya menertibkan terlalu panjang. Perilaku negatif para pelaksana kebijakan juga menjadi faktor yang menyebabkan tidak berhasilnya pelaksanaan penertiban prostitusi liar di Kabupaten Jember. Hal itu disampaikan oleh Dra. Emy Kholifah, M.Si dalam ujian promosi Doktor di aula lantai II Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember, (30/6).

Emy juga menjelaskan kontrol publik yang lemah juga turut berpengaruh pada proses implementasi kebijakan oleh birokrat street-level untuk melakukan modifikasi dan reduksi kebijakan. “Banyak cara yang dilakukan oleh para target kebijakan untuk menggagalkan pelaksanaan kebijakan mulai dari pemberian uang tip, upeti ataupun berupa dukungan politik,” ungkap Emy.

Dalam ujian promosi Doktor yang keempat ini, Promovendus Dra. Emy Kholifah, M.Si mempresentasikan Desertasinya yang berjudul “Peran Birokrat Pelaksana Lapangan Dalam Implementasi Kebijakan Publik: Studi Pada Pelarangan Prostitusi Liar Di Kabupaten Jember.”

Dalam persentasinya tersebut Emy berhasil mempertahankan penelitiannya dihadapan para penguji setelah diuji selama kurang lebih 2 jam dan dinyatakan lulus. Dalam persentasinya itu Emy yang juga merupakan ketua Pusat Studi Wanita Universitas Muhammadiyah Jember ini juga didampingi oleh tiga promotornya, Prof. Dr. Hary Yuswadi, MA, Drs. Himawan Bayu P, MA, Ph.D. dan Dr. Anastasia Murdyastuti, M.Si.

Pada ujian ini juga dihadiri oleh beberapa undangan salah satunya Rektor Universitas Muhammadiah Jember Dr. Aminullah El Hady dan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) wilayah Jember, Menik Chumaidah, SH.,M.Hum. (Mj)

Leave us a Comment