Aghni Zahratus Zakiyah, Camaba Universitas Jember Yang Hafal Al Qur’an 30 Juz

Aghni_UNEJ

Jember, 22 Juni 2017

Universitas Jember berkomitmen memberikan perhatian kepada mahasiswa dan calon mahasiswa baru yang memiliki prestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik. Salah satunya adalah memberikan perhatian kepada mahasiswa dan calon mahasiswa baru yang memiliki kemampuan menghafal Al Qur’an. Kebijakan ini ternyata menarik minat para penghafal Al Qur’an untuk memilih Kampus Tegalboto sebagai tempat menuntut ilmu. Salah satunya adalah Aghni Zahratus Zakiyah, calon mahasiswa baru (camaba) Universitas Jember yang diterima melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Aghni, begitu panggilan akrabnya, diterima di Program Studi Sosiologi, FISIP Universitas Jember.

Ditemui di kampus Tegalboto (21/6), gadis asal Dusun Sumuran, Desa Ajung, Kabupaten Jember ini mengungkapkan rasa syukur dan gembiranya diterima di Universitas Jember. Pasalnya, jalan untuk menuju perguruan tinggi baginya tidak semudah siswa lainnya. “Sebetulnya saya lulus SMA tahun 2016 lalu, namun karena ada kewajiban melaksanakan pengabdian selama setahun, maka saya baru bisa mendaftarkan diri di SBMPTN tahun ini,” tutur Aghni yang lulusan Pondok Pesantren Al Amien Prenduan, Sumenep ini. Aghni melaksanakan kegiatan pengabdian di almamaternya, dan Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Antirogo, Jember. “Selama masa pengabdian, baik di Pondok Pesantren Al Amien maupun di Nuris, saya membantu membina para calon penghafal Al Qur’an,” katanya lagi.

Di sela-sela kesibukan membina yuniornya, Aghni rutin belajar agar siap menghadapi tes SBMPTN. “Sebenarnya saya ingin masuk ke program studi Psikologi, namun karena di Universitas Jember tidak ada, maka saya putuskan memilih Sosiologi. Toh keduanya masih sama-sama belajar mengenai manusia, bedanya jika psikologi belajar mengenai perilaku dan fungsi mental manusia, maka sosiologi belajar mengenai hubungan dan pengaruh timbal balik antara manusia dengan aneka macam gejala sosial,” kata putri pertama dari pasangan Nasri Dhohiri dan Nurul Aini ini.

 Aghni mengakui, keberhasilannya menembus ketatnya persaingan di ajang SBMPTN tidak lepas dari berkah menjadi penghafal Al Qur’an. Dulu saat di pondok pesantren, setiap sehabis sholat subuh dirinya mulai menghafal Al Qur’an hingga jam enam pagi, lantas dilanjutkan dengan masuk ke sekolah dari jam tujuh hingga jam setengah satu siang. Kegiatan menghafal Al Qur’an dilanjutkan mulai sore hingga jam tujuh malam. “Kebiasaan tadi membuat saya bisa mendisiplinkan diri untuk belajar, pelajaran pun bisa nyantol, apalagi jika melihat kondisi saya yang sudah meninggalkan bangku sekolah selama kurang lebih setahun,” imbuh gadis yang bercita-cita jadi dosen ini.

Untuk menjaga hafalannya, Aghni rutin menyetor hafalannya sehabis sholat lima waktu kepada ayah atau ibunya. “Hafalan Al Qur’an itu wajib dijaga, sebab jika tidak dilatih setiap hari maka bakal lupa,” begitu pesan Aghni ketika ditanya resep untuk menjaga hafalan. Rencananya, saat nanti aktif mengikuti perkuliahan, Aghni bakal mondok di pondok Pesantren Nuris, Antirogo. Selain untuk memperdalam ilmu agama Islam, dirinya dipercaya membantu membina para penghafal Al Qur’an di pondok pesantren yang diasuh oleh KH. Muhyiddin Abdusshomad.

Sementara itu ditemui secara terpisah (22/6), Moch. Hasan, Rektor Universitas Jember menyambut gembira dengan adanya camaba yang memiliki kemampuan menghafal Al Qur’an. Menurutnya, kehadiran camaba seperti Aghni diharapkan mampu menularkan semangat untuk memepelajari Al Qur’an di kalangan mahasiswa kampus Tegalboto. “Kami berkomitmen memberikan perhatian lebih kepada mahasiswa yang memiliki prestasi, salah satunya bagi para penghafal Al Qur’an, termasuk memfasilitasi pengembangan hafalan Al Qur’an mahasiswa melalui kegiatan sema’an Al Qur’an yang rutin diadakan sebulan sekali oleh mahasiswa, dosen dan karyawan di masjid Al Hikmah,” kata rektor yang siang itu didampingi oleh Agung Purwanto, Kepala Humas dan Protokol.

 Agung Purwanto lantas menambahkan, dari data di Bagian Akademik, masih ada beberapa camaba Universitas Jember yang juga memiliki kemampuan sebagai hafidz dan hafidzah. “Kami terus melakukan pendataan terhadap camaba yang memiliki prestasi, seperti camaba yang berkualifikasi hafidz dan hafidzah. Bahkan sudah ada penghafal Al Qur’an 30 juz yang menjadi peserta ujian mandiri SBMPTBR,” tambahnya lagi. (iim)