Adakan Konservasi Banteng Di Taman Nasional Baluran, Universitas Jember Gandeng Empat Institusi

MoUbanteng-1UNEJ-700×426 (1)

Jember, 6 Maret 2018

Jumlah banteng yang ada di Taman Nasional Baluran semakin menurun dari tahun ke tahun. Menurut Bambang Sukendro, Kepala Taman Nasional Baluran, dari data survey monitoring tahun 2017, banteng di Taman Nasional Baluran hanya tinggal 77 ekor saja. Pernyataan ini disampaikan Kepala Taman Nasional Baluran saat menghadiri kegiatan penandatanganan naskah kesepahaman di kampus Tegalboto (6/3). Melihat kondisi ini, Universitas Jember sebagai perguruan tinggi negeri yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Taman Nasional Baluran, turut aktif mengambil bagian dalam gerakan konservasi banteng. Peranan ini dimulai dengan penandatanganan naskah kesepahaman (Memorandum of Understanding,MoU) antara Universitas Jember dengan empat institusi, yakni Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo, Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Kementerian Pertanian, dan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur di aula lantai tiga gedung rektorat dr. R. Achmad Universitas Jember (6/3).

Menurut Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember, untuk mewujudkan konservasi banteng pihaknya sengaja menjalin kerjasama dengan banyak pihak. Pasalnya, walaupun bertajuk konservasi banteng, namun ada banyak aspek yang mesti digarap bersama. “Nantinya para pakar di Kampus Tegalboto dari berbagai latar belakang keilmuan akan mengadakan pengkajian mengenai populasi, kesehatan, serta reproduksi banteng bersama staf Taman Nasional Baluran. Kami juga berencana untuk memberdayakan para petani dan peternak sapi yang berlokasi di Desa Sumberwaru Kecamatan Banyuputih, yang menjadi penyangga Taman Nasional Baluran, bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo” jelas Moh. Hasan.

Moh. Hasan lantas menambahkan, nantinya para peternak sapi di Desa Sumberwaru bakal mengembangbiakkan sapi yang merupakan persilangan antara banteng dengan sapi Bali. “Nah untuk persilangan ini kami bekerjasama dengan Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari. Program persilangan ini juga sekaligus mendukung program sapi Jawa Bali Banteng atau Jaliteng yang sudah dicanangkan oleh Gubernur Jawa Timur, oleh karena itu kami juga mengajak Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.  Adanya kerjasama ini sekaligus sebagai upaya menciptakanplaying ground bagi para peneliti kami, apalagi mulai tahun ini Universitas Jember membuka Program Studi Peternakan yang ada di Kampus Bondowoso,” tambahnya. Untuk diketahui, saat ini Universitas Jember telah memperoleh bantuan tiga ekor sapi Bali betina guna memulai program.

Adanya kerjasama yang ditandai dengan penandatanganan naskah kesepahaman didukung penuh oleh Dadang Wigiarto, Bupati Situbondo. Menurutnya Pemerintah Kabupaten Situbondo telah menyiapkan lahan seluas 10 ribu hektar di daerah penyangga Taman Nasional Baluran sebagai lokasi peternakan sapi hasil persilangan banteng dengan sapi Bali. “Situbondo punya program mengembangkan usaha ternak 1000 sapi yang melibatkan pondok pesantren, tentunya program ini memerlukan pendukung seperti teknologi pakan, pemanfaatan limbah kotoran sapi, serta membangun koperasi hingga pemasaran. Kami juga sudah mencanangkan tahun 2019 sebagai Tahun Kunjungan Wisata Situbondo, jika kejayaan Taman Nasional Baluran sebagai habitat banteng kembali pulih maka tentunya wisatawan bakal tertarik datang ke Situbondo. Oleh karena itu kami mengajak Universitas Jember untuk mendukung program-program kami,” tutur Dadang Wigiarto yang hari itu datang bersama Sekertaris Daerah bersama para kepala dinas di Kabupaten Situbondo.

Naskah kesepahaman ditandatangani oleh Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember bersama Dadang Wigiarto, Bupati Situbondo, dan Bambang Sukendro, Kepala Taman Nasional Baluran. Sementara BBIB Singosari diwakili oleh drh. Sarastina, Kepala Bidang Pemasaran dan Informasi. Dari Dinas peternakan Provinsi Jawa Timur, Sri Pujiastuti, Kepala Bidang Pembibitan, Pakan, dan produksi Peternakan, yang hadir mewakili Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Acara juga dihadiri oleh seluruh pejabat dan dekan di lingkungan Universitas Jember. (iim)