Prof. Kabul Santoso Wafat,…..

Jember, 11 Maret 2016

Masih belum hilang benar dari duka karena kehilangan Prof. Dr. Ayu Sutarto, kini keluarga besar  Universitas Jember kembali ditinggalkan salah satu putra terbaiknya. Innalilahi wa innailaihi rojiun, Rektor Universitas Jember periode 1995 – 2003, Prof. Dr. Kabul Santoso, MS., wafat pada hari Kamis, 10 Maret 2016 di Rumah Sakit Jember Klinik karena sakit.  Guru besar di FISIP ini kemudian mendapatkan penghormatan terakhir di mesjid Al Hikmah Kampus Tegalboto untuk kemudian dimakamkan di Sumenep, Madura, di sisi pusara istri tercinta, Aminah Teruna, sesuai wasiatnya.

Dalam sambutan pelepasannya, Rektor Universitas Jember, Moh. Hasan, menyebut almarhum sebagai orang yang berjasa besar akan perkembangan Universitas Jember. “Semua orang di Universitas Jember tahu benar peran penting Pak Kabul dalam pengembangan Universitas Jember,” kata Moh. Hasan. Pujian ini disampaikan bukan tanpa alasan, pasalnya Moh. Hasan pernah merasakan bekerja di bawah arahan Pak Kabul saat tergabung dalam DUE Project. DUE Project sendiri adalah salah satu proyek dari World Bank guna pengembangan perguruan tinggi di Indonesia.

Warisan Pak Kabul yang bisa dirasakan sampai saat ini adalah berdirinya fakultas baru di Kampus Tegalboto. Jika sebelumnya Universitas Jember hanya memiliki enam fakultas, di bawah kepemimpinan Pak Kabul, berkembang menjadi tiga belas fakultas. Pak Kabul mengawal proses berdirinya Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Kedokteran Gigi, FMIPA, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Teknik, dan Fakultas Farmasi.

Rasa kehilangan sosok Pak Kabul juga diungkapkan oleh Wakil Bupati Jember, KH. Drs. A. Muqit Arief yang juga memimpin pembacaan doa selepas sholat jenazah. Dalam sambutannya, KH. Drs. A. Muqit Arief menyampaikan bela sungkawa mewakili pemerintah dan masyarakat Jember. “Belum lama kita ditinggal budayawan dan guru besar Fakultas Sastra, Prof. Dr. Ayu Sutarto, kini Pak Kabul meninggalkan kita semua, sungguh sebuah kehilangan yang besar,” ujarnya.

Rasa kehilangan yang diungkapkan oleh Wakil Bupati Jember memang beralasan. Semasa hidupnya, selain dikenal sebagai Rektor Universitas Jember, Pak Kabul dikenal luas  sebagai pakar perdagangan tembakau, sampai tingkat nasional. Tidak heran jika kemudian pria kelahiran Surabaya tahun 1943 ini sampai akhir hayatnya menjadi pengurus Komisi Urusan Tembakau Jember (KUTJ). Sebagai pengurus KUTJ, Pak Kabul mewakili kalangan akademisi berperan aktif menjaga keselarasan usaha pertembakauan di Jember bersama pelaku usaha tembakau seperti perwakilan asosiasi eksportir tembakau, asosiasi petani tembakau, birokrat dan lainnya. Pak Kabul tercatat juga menjadi Ketua Dewan Pakar Jawa Timur tahun 2003-2005.

Hujan deras turun di sore itu, seperti tengah turut berduka. Sementara di masjid Al Hikmah doa khusyu dilantunkan untuk Pak Kabul. Almarhum sudah tidak bersama kita lagi, tapi warisannya untuk Kampus Tegalboto akan selalu dikenang keluarga besar Universitas Jember. (iim/dian)

Leave us a Comment