485 Pendekar PSHT "Turun Gunung"

Jember, 11 November 2016

Sebayak 485 pendekar perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) se-Jawa dan Bali berkumpul di gedung Soetardjo, (11/11). Masing-masing dari mereka saling unjuk kebolehan beladirinya dalam kejuaran UNEJ Cup IV yang digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) silat PSHT UNEJ. Acara yang dibuka langsung oleh Moh. Hasan Rektor Universitas Jember ini diikuti oleh siswa SMP sederajat, SMA sederajat dan perguruan tinggi se-Jawa dan Bali.

Dalam pembukaannya Moh. Hasan menyampaikan rasa bahagianya atas terselenggaranya kejuaraan silat PSHT UNEJ Cup IV.

“Acara ini terselenggara atas kerjasama keluarga PSHT dan Universitas Jember, maka dari itu saya benar-benar merasakan kebahagian atas terselenggaranya kegiatan ini. Selain itu juga karena hal ini bertepatan dengan diesnatalis Universitas Jember yang ke 52,” ujar Moh. Hasan saat memberikan sambutan.

Hasan berpesan agar kegitan UNEJ Cup IV ini tidak hanya untuk saling unjuk kemampuan dalam hal beladiri. Namun lebih dari itu Hasan berharap UEJ Cup IV ini bisa menjadi ajang silaturahmi.

“Unjuk kemampuan boleh-boleh saja namun dalam pertandingan, namun saya juga selagi berkumpul dengan banyak perguruan bisa saling berbagi pengalaman, nambah saudara ataupun sekedar say hello kepada sesama pendekar,” imbuh Hasan.

Rektor berharap agenda dua tahunan UNEJ Cup ini bisa dijadikan sarana evaluasi bagi masing-masing perguruan.

“Bagi yang menang harus bersyukur jangan sampai jumawa dan bagi yang kalah harus introspeksi diri mungkin latihannya juga harus diperbaiki,” pungkasnya.

Sementara itu pada kesempatan yang berbeda Muhtaris selaku pembina PSHT UNEJ memastikan pertandingan akan berjalan dengan aman. Untuk itu panitia mewajibkan seluruh peserta mengenakan body protector termasuk pada bagian kemaluan.

“Aturan yang kami buatpun sangat ketat area yang boleh dipukul hanya pada area yang dilindungi dilirang memukul kepala apalagi wajah jika itu dilakukan maka kita ingatkan bahkan kalau perlu kami diskualifikasi” ujarnya.

Muhtaris mengaku pada pertandingan-pertandingan sebelumnya tidak pernah terjadi kecelakaan yang berat.

“Ya paling Cuma keseleo biasa, atau memar biasa dan itu masih dalam batas kewajaran namanya saja pertandingan silat. Setiap terjadi kecelakaan baik ringan ataupun yang cukup berat langsung kami tangani,” ujarnya yang juga bertugas sebagai koordinator tim medis pertandingan.

Sementara itu, Vita salah satu peserta dari Vita SMA 1 Kencong mengaku sangat senang bisa menjadi peserta dalam kejuaraan UNEJ Cup IV. Dia mengaku tidak takut walaupun kemungkinan terjadinya kecelakaan sangatlah besar.

“Namanya saja bertanding silat ya pasti kemungkinan untuk cidera ada namun itu sudah menajdi resiko dalam pertandingan,” ujarnya.

Leave us a Comment